Pandangan Islam terhadap Hari Valentine

•Februari 7, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

valentine Untuk muda-mudi generasi penerus, tulisan ini akan memaparkan sedikit panjang lebar tentang CINTA, yang ternyata eksploitasi cinta tanpa tuntunan agama akan bermuara kepada pergaulan seks bebas dan merusak tatanan , bahkan eksploitasi cinta akan dapat menggiring pelakunya ke sikap pendewaan cinta yang akhirnya akan dapat menggiring seseorang kepada kesyirikan yang tidak disadarinya.

Kali ini akan kita kupas tentang Valentine yang secara kebetulan perkembangannya paralel dengan eksploitasi cinta, seks bebas dan materialisme. Tahun demi tahun hiruk-pikuk valentine makin bertambah instensitasnya, dahulu hanya muda-mudi kota-kota besar seperti Jakarta yang mengenal Valentine dan merayakannya, kini sudah mulai merambah ke muda-mudi desa-desa kecil yang ada di Indonesia ini, Valentine tidak saja dikenal oleh para remaja tetapi juga sudah dikenal dan dirayakan oleh anak-anak SD.

Dari sudut pandang ke-Islam-an, ternyata Valentine adalah sebuah perayaan yang harus dijauhi oleh para muda-mudi dan anak-anak muslim dan muslimah, dan sebaiknya para orang tua memberikan informasi kepada anak-anaknya bahwa Valentine bertentangan dengan nilai-nilai ke-Islam-an, memang bukan merupakan hal yang mudah karena sesungguhnya kita berhadapan dengan arus modernisme yang telah mengglobal dan salah kaprah. Opini tidak ketinggalan zaman dan tidak gaul bila tidak merayakan Valentine adalah salah satu kendalanya, namun dengan cara yang baik dan informasi yang akurat, Insya Allah informasi tersebut akan menjadi nasehat yang akan mudah untuk diikuti dan ditaati.

Untuk itu dalam kajian ini, akan dikupas tentang Valentine sedikit panjang lebar agar kita mendapatkan informasi yang komprehensif1 dan akurat sehingga kita dapat mensikapi hiruk-pikuk Valentine yang tahun-demi-tahun harus kita akui memang telah bertambah intensitasnya

Lanjutkan membaca ‘Pandangan Islam terhadap Hari Valentine’

BENARKAH YAHUDI ADALAH UMAT YANG UNGGUL?

•Desember 13, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

lg_star_of_david_blue

يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُواْ نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَنِّي فَضَّلْتُكُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Verdana; panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:536871559 0 0 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>

Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segala umat ( Qs Al Baqarah : 47 )

Beberapa pelajaran dari ayat di atas :

Pelajaran Pertama :

Pada ayat di atas Allah swt mengingatkan untuk kesekian kalinya kepada Bani Israil, terutama yang hidup pada zaman nabi Muhammad saw begitu juga kepada generasi sesudahnya, akan nikmat-nikmat Allah swt yang diberikan kepada nenek moyang mereka. Hal itu karena nikmat nenek moyang merupakan nikmat anak keturunan mereka juga(), kejayaan nenek moyang merupakan kejayaan anak keturunan mereka juga. Kemudian timbul suatu pertanyaan : kenapa Allah swt secara terus menerus mengingatkan Bani Israel akan nikmat-nikmatNya yang diberikan kepada mereka ? Padahal pada ayat-ayat sebelumnya Allah juga telah mengingatkan hal itu ?

Jawabannya adalah :

1/ Nikmat yang diingatkan Allah swt kepada Bani Israel pada ayat-ayat sebelumnya adalah nikmat yang masih umum, maka perlu diingatkan kepada mereka akan nikmat yang lebih terperinci lagi.

2/ Semakin banyak seseorang atau sekelompok orang mengingat nikmat Allah, semakin pula mendorong mereka untuk segera melaksanakan perintah Allah swt dan menjauhi segala larangan-Nya(), karena seseorang yang masih mempunyai hati bersih tentunya akan berusaha membalas jasa-jasa, paling tidak berterima kasih kepada siapa saja yang pernah berbuat baik kepadanya. Tentunya balasan terima kasih itu akan besar dan luar biasa manakala yang dibalas dan disyukuri itu adalah Dzat Yang menciptakannya, menghidupkannya, merawatnya, memberikan rizki kepadanya, melindunginya dari segala marabahaya, memberikannya anak, jabatan, kesehatan dan yang paling penting : memberikan kepadanya hidayah dan taufik sehingga menjadi orang Islam yang patuh terhadap perintah-perintah-Nya.

Lanjutkan membaca ‘BENARKAH YAHUDI ADALAH UMAT YANG UNGGUL?’

Kiat-Kiat memaknai Haji ke dalam Kehidupan

•November 9, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

makkah1Semua ibadah di dalam Islam memiliki tujuan untuk menciptakan perubahan yang positif dalam kehidupanan manusia. Misalnya shalat memiliki tujuan sebagaimana yang dikumandangkan di TVRI setiap bakdah adzan Maghrib, yaitu Aqimish shalâta, innash shalâta tanhâ `anil fakhsyâi wal-munkar: “Dirikan shalat sesungguhnya shalat itu dapat mencegah yang yang keji dan yang mungkar.” (Al-Ankabut: 45).

Tentu timbul pertanyaan: Mengapa shalat tidak merubah kehidupan sebagian kita? Jawabannya: Karena kita tidak khusuk, tidak melakukan adab-adabnya, dan tidak memahami rahasia-rahasia shalat. Sehingga shalat kita jadikan sebagai ibadah wajib rutinitas, yang tidak memiliki makna
dalam kehidupan kita. Puasa memiliki tujuan agar orang-orang yang beriman menjadi orang-orang yang takwa.
Takwa berasal dari kata “Wiqayah” yang artinya menjaga. Jadi, takwa adalah menjaga dan mengaktualisasikan serta menciptakan keseimbangan potensi diri: potensi pikir, potensi syahwat, dan potensi marah. Dengan puasa dimaksudkan agar kita dapat merasakan penderitaan dan kesengsaraan orang lain.

Tidaklah dapat dipungkiri bahwa suasana puasa di bulan cukup memberi perubahan kehidupan ruhani kita. Ramadhan dapat mengalirkan suasana dan nuansa baru dalam kehidupan kita dan itu bisa kita rasakan di bulan Ramadhan. Menjelang Idul Fitri, suasana itu semakin meningkat persiapan2 ruhaniah. Yang mampu membantu yang lemah, yang kaya mengeluarkan zakat dan sedekah untuk yang fakir dan miskin. Selain itu, terjadi peningkatan yang segnifikan keinginan untuk bersilaturrahmi. Dan keinginan ini diwujudkan di malam dan hari Idul Fitri. Tapi sayang, suasana ini hilang bersama berlalunya bulan
Ramadhan dan Idul Fitri.

Lanjutkan membaca ‘Kiat-Kiat memaknai Haji ke dalam Kehidupan’

Aliran dan Aqidah “Sesat”

•September 9, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar


Judul buku : Al-Bahaiyyah ( Naqd Wa Tahlil )
Penulis : Al-Syaikh Ihsan Ilahy Zhahir
Penerbit : Dar Al-Imam Al-Mujaddid, Cairo – Mesir
Tebal : 352 Halaman

Islam adalah agama rahmah lil’alamin. Ia merupakan agama samawi terakhir yang diturunkan oleh Dzat yang Maha Pencipta, yang Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Ia adalah penyempurna agama-agama samawi sebelumnya. Dan tidak ada agama samawi baru yang akan turun sesudah Islam. Akankah anggapan bahwa Islam adalah agama yang benar dan penyempurna agama-agama samawi sebelumnya diakui legalitasnya oleh semua orang? Ternyata tidak, terbukti dengan munculnya aliran-aliran baru yang tidak mengakui Islam sebagai agama terakhir dan sekaligus memerangi Islam. Lantas bagaimanakah sikap umat Islam dengan aliran-aliran baru yang muncul merongrong dan memerangi Islam? Dan apakah sebab yang melatar belakangi munculnya aliran-aliran ini? Memang sangat menarik untuk di kaji.
Sungguh umat Islam menghadapi tantangan yang sangat hebat – baik intern maupun ekstren – karena kebanyakan aliran-aliran baru muncul dari tubuh Islam dan menyerang Islam. Dan mereka juga mendapat dukungan dari golongan yang anti dengan Islam. Bahiyyah misalnya, aliran yang pernah muncul dan berkembang serta difatwakan sebagai aliran sesat dan menyesatkan ternyata kemunculannya diboncengi oleh zionis imperialis.
Menurut ahli sejarah, bahwa Zionis berusaha untuk mendirikan Negara bagi kaumnya sejak abad ke-19. Berbagai cara dan usaha dilakukan untuk merealisasikan tujuan ini. Zionis mengannggap bahwa Islam adalah musuh utama yang selalu menghalangi. Oleh sebab itu ia berusaha untuk menghancurkan Islam dengan segala cara. Ketika faham Al-Mahdi berkembang di Iran dan negara lainnya, maka ia memusatkan perhatiannya ke Iran dan mengangkat Ali Muhammad Syairazi sebagai Al-Imam Al-Mahdi Al-Muntazar yang datang untuk menghapus syari’at Islam. Dan pada tahun 1260 H atau 1844 M Ali Muhammad Syairazi mendirikan gerakan keagamaan baru yang disebut dengan Babiyah dan memproklamirkan diri sebagai Al-Bab, atau satu-satunya pintu menuju hakikat ketuhanan.

Lanjutkan membaca ‘Aliran dan Aqidah “Sesat”’

SEJARAH ISLAM DI MESIR

•Agustus 27, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar


Kairo
(969-1517)
Islam menyentuh wilayah Mesir pada 628 Masehi. Ketika itu Rasulullah mengirim surat pada Gubernur Mukaukis -yang berada di bawah kekuasaan Romawi-mengajak masuk Islam. Rasul bahkan menikahi gadis Mesir, Maria.
Pada 639 Masehi, ketika Islam di bawah kepemimpinan Umar bin Khattab, 3000 pasukan Amru bin Ash memasuki Mesir dan kemudian diperkuat pasukan Zubair bin Awwam berkekuatan 4000 orang. Mukaukis didukung gereja Kopti menandatangani perjanjian damai. Sejak itu, Mesir menjadi wilayah kekuasaan pihak Islam. Di masa kekuasaan Keluarga Umayah, dan kemudian Abbasiyah, Mesir menjadi salah satu provinsi seperti semula.
Mesir baru menjadi pusat kekuasaan -dan juga peradaban Muslim-baru pada akhir Abad 10. Muiz Lidinillah membelot dari kekuasaan Abbasiyah di Baghdad, untuk membangun kekhalifahan sendiri yang berpaham Syi’ah. Ia menamai kekhalifahan itu Fathimiah -dari nama putri Rasul yang menurunkan para pemimpin Syi’ah, Fatimah. Pada masa kekuasaannya (953-975), Muiz menugasi panglima perangnya, Jawhar al-Siqili, untuk membangun ibu kota .
Di dataran tepi Sungai Nil itu kota Kairo dibangun. Khalifah Muiz membangun Masjid Besar Al-Azhar (dari “Al-Zahra”, nama panggilan Fatimah) yang dirampungkan pada 17 Ramadhan 359 Hijriah, 970 Masehi. Inilah yang kemudian bekembang menjadi Universitas Al-Azhar sekarang, yang juga merupakan universitas tertua di dunia saat ini.
Muiz dan para penggantinya, Aziz Billah (975-996) dan Hakim Biamrillah (996-1021) sangat tertarik pada ilmu pengetahuan. Peradaban berkembang pesat. Kecemerlangan kota Kairo -baik dalam fisik maupun kehidupn sosialnya-mulai menyaingi Baghdad. Khalifah Hakim juga mendirikan pusat ilmu Bait al-Hikam yang mengoleksi ribuan buku sebagaimana di Baghdad.
Di masa tersebut, Ibnu Yunus (wafat 1009) menemukan sistem pendulum pengukur waktu yang menjadi dasar arloji mekanik saat ini. Lalu Hasan ibn Haitham menemukan penjelasan fenomena “melihat”. Sebelum itu, orang-orang meyakini bahwa orang dapat melihat sesuatu karena adanya pancaran sinar dari mata menuju obyek yang dilihat. Ibnu Haytham menemukan bahwa pancaran sinar itu bukanlah dari mata ke benda tersebut, melainkan sebaliknya. Dari benda ke mata.
Gangguan politik terus-menerus dari wilayah sekitarnya menjadikan wibawa Fathimiyah merosot. Pada 564 Hijriah atau 1167 Masehi, Salahuddin Al-Ayyubi mengambil alih kekuasaan Fathimiyah. Tokoh Kurdi yang juga pahlawan Perang Salib tersebut membangun Dinasti Ayyubiyah, yang berdiri disamping Abbasiyah di Baghdad yang semakin lemah

Lanjutkan membaca ‘SEJARAH ISLAM DI MESIR’

SANG PEMILIK LAMPU 2

•Agustus 18, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Pintu kamar tidak ada khordennya, dan fatimahpun berbaring di atas tempat tidurnya orang miskin.
Pemuda itu duduk diatas dipan diberanda luar, di depannya ada sebuah meja belajar kecil. Diatasnya ada sebuah lampu teplok , kemudian segelas air dan beberapa majalah islam. kemudian ia berdiri dan berwudu’ lalu melakukan sholat dua rakaat. Setelah itu, ia membuka Al-quran dan membaca surat yusuf. Lalu ia berhenti pada firman Allah ( dan perempuan yang dia (yusuf) tinggal di rumahnya menggoda dirinya)
Kemudian ia berhenti membaca. Lalu meletakka Al-qurannya diatas meja. Ia kembali duduk diatas ranjang. Ia memejamkan matanya, di benaknya terbayang kisah nabi yusuf dan putri raja.
Ia berkata dalam hati ” kalau seandainya Nabi yususf terjaga kesuciannya, bertaqwa, serta bersih mengapa tidak? Karna sesungguhnya dia adalah seorang Nabi dan anak seorang Nabi. Hingga kenabiannya tidak akan dikalahkan oleh wujudnya.
Ia mengambil nafas dalm-dalam. Hingga ia berkata dalam hati :” tetapi sang putrilah yang membuat jiwanya mati, keinginannnya melencong, serta perangainya yang jelek. Kemudian ia meluruskan duduknya dan membuang jauh-jauh semua hayalannya.
Lalu ia berkata dengan suara lirih, aku harus menikah agar terpelihara darinya. Ibuku selalu berpesan: ” apa yang dilakukan seseorang yang tidak mampu menikah, tetapi dia menginginkannya.? Maka hendaknya berpuasalah. Sebagaimana sabda rosulullah. Saw.

Lanjutkan membaca ‘SANG PEMILIK LAMPU 2’

SANG PEMILIK LAMPU 1

•Agustus 18, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar


Aku duduk ….. merenung di taman depan rumahku.
“sungguh tidak pernah melihat engkau goyah di luar kebiasaanmu wahai fatimah..?” ia berkata pada dirinya. Lalu ia sedikit melangkah… kemudian berkata kepadanya.
“Ingatlah Al-quran fatimah, lalu ia membuka mushaf yang mulia.”
dia menyimak surat Muhammad lalu ia baca hingga ia sampai pada firman Allah ” maka apakah sekiranya kamu berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?” matanya mencucurkan airmata dengan deras. Ayahnya menyaksikan linangan airmata di kedua pipinya. Ia tidak ingin mengeruhkan kejernihan linangan airmata yang deras itu, ia membiarkannya untuk mencurahkan perasaan dan penyebab yang menimpanya, ia duduk sambil berkata pada dirinya :
” apa yang menyebabkan engkau menangis berkepanjangan ini” ? kenapa perasaan ini mendesakku untuk melihat bibiku..? terakhir kali mengunjunginya sudah lebih dari tiga tahun yang lalu. Apakah dia sekarang dalam bahaya dan membutuhkanku berada di sampingnya..? atau apakah dia sudah tiada tetapi kami tidak mengetahuinya..?
” ah… bibi, orang yang memiliki kecerdasan setelah “ibu”,
setelah ia selesai makan siang. ia bangkit dan merapikan pakaiannya lalu bergegas menemui ayahnya.
” ayah, aku ingin pamit untuk pergi kerumah bibi…”
” sekarang fatimah? Kamu sudah terlambat anakku. Kamu kan tau, bukan mudah untuk sampai di desa hamul di propinsi manufiah. Kamu harus berjalan setelah desa itu dan melewati persawahan yang besar diantara tanaman dan perkebunan…..”
Ia berkata sambil tetap menangis,
” aku mengerti itu ayah, tapi aku tidak tahu apa yang mesti aku lakukan. apapun yang terjadi, aku harus pergi menemui bibi.”
” ayah sebenarnya tidak setuju anakku, tetapi juga tidak bisa melarangmu. Ambillah uang ini siapa tau kau akan membutuhkannya.’

Lanjutkan membaca ‘SANG PEMILIK LAMPU 1’