<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Prasetyosiak's Weblog</title>
	<atom:link href="http://prasetyosiak.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://prasetyosiak.wordpress.com</link>
	<description>Memberikan manfaat apa aja buat oranglain</description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Feb 2009 14:23:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='prasetyosiak.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Prasetyosiak's Weblog</title>
		<link>http://prasetyosiak.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://prasetyosiak.wordpress.com/osd.xml" title="Prasetyosiak&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://prasetyosiak.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pandangan Islam terhadap Hari Valentine</title>
		<link>http://prasetyosiak.wordpress.com/2009/02/07/pandangan-islam-terhadap-hari-valentine/</link>
		<comments>http://prasetyosiak.wordpress.com/2009/02/07/pandangan-islam-terhadap-hari-valentine/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2009 14:23:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prasetyosiak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prasetyosiak.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Untuk muda-mudi generasi penerus, tulisan ini akan memaparkan sedikit panjang lebar tentang CINTA, yang ternyata eksploitasi cinta tanpa tuntunan agama akan bermuara kepada pergaulan seks bebas dan merusak tatanan , bahkan eksploitasi cinta akan dapat menggiring pelakunya ke sikap pendewaan cinta yang akhirnya akan dapat menggiring seseorang kepada kesyirikan yang tidak disadarinya. Kali ini akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=prasetyosiak.wordpress.com&amp;blog=4371021&amp;post=66&amp;subd=prasetyosiak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://prasetyosiak.files.wordpress.com/2009/02/valentine.jpeg?w=128&#038;h=85" alt="valentine" title="valentine" width="128" height="85" style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" /> Untuk muda-mudi generasi penerus, tulisan ini akan memaparkan sedikit panjang lebar tentang CINTA, yang ternyata eksploitasi cinta tanpa tuntunan agama akan bermuara kepada pergaulan seks bebas dan merusak tatanan , bahkan eksploitasi cinta akan dapat menggiring pelakunya ke sikap pendewaan cinta yang akhirnya akan dapat menggiring seseorang kepada kesyirikan yang tidak disadarinya.</p>
<p>Kali ini akan kita kupas tentang Valentine yang secara kebetulan perkembangannya paralel dengan eksploitasi cinta, seks bebas dan materialisme. Tahun demi tahun hiruk-pikuk valentine makin bertambah instensitasnya, dahulu hanya muda-mudi kota-kota besar seperti Jakarta yang mengenal Valentine dan merayakannya, kini sudah mulai merambah ke muda-mudi desa-desa kecil yang ada di Indonesia ini, Valentine tidak saja dikenal oleh para remaja tetapi juga sudah dikenal dan dirayakan oleh anak-anak SD.</p>
<p>Dari sudut pandang ke-Islam-an, ternyata Valentine adalah sebuah perayaan yang harus dijauhi oleh para muda-mudi dan anak-anak muslim dan muslimah, dan sebaiknya para orang tua memberikan informasi kepada anak-anaknya bahwa Valentine bertentangan dengan nilai-nilai ke-Islam-an, memang bukan merupakan hal yang mudah karena sesungguhnya kita berhadapan dengan arus modernisme yang telah mengglobal dan salah kaprah. Opini tidak ketinggalan zaman dan tidak gaul bila tidak merayakan Valentine adalah salah satu kendalanya, namun dengan cara yang baik dan informasi yang akurat, Insya Allah informasi tersebut akan menjadi nasehat yang akan mudah untuk diikuti dan ditaati.</p>
<p>Untuk itu dalam kajian ini, akan dikupas tentang Valentine sedikit panjang lebar agar kita mendapatkan informasi yang komprehensif1 dan akurat sehingga kita dapat mensikapi hiruk-pikuk Valentine yang tahun-demi-tahun harus kita akui memang telah bertambah intensitasnya</p>
<p><span id="more-66"></span></p>
<p>Sejarah Valentine</p>
<p>Valentine adalah nama seseorang pemimpin agama Katolik yang telah dianggap menjadi martir ?Islam : Syuhada- oleh orang-orang Kristen (katolik) dan Valentine telah diberi gelar sebagai orang suci (Santo) oleh orang-orang Kristen.</p>
<p>Kisahnya bermula ketika raja Claudius II (268 &#8211; 270 M) mempunyai kebijakan yang melarang prajurit-prajurit-nya untuk menikah. Menurut raja Claudius II, bahwa dengan tidak menikah maka para prajurit akan agresif dan potensial dalam berperang.</p>
<p>Kebijakan ini ditentang oleh Santo Valentine dan Santo Marius, mereka berdua secara diam-diam tetap menikahkan para parujurit dan muda-mudi, lama-kelamaan tindakan mereka diketahui oleh raja Claudius, sang rajapun marah dan memutuskan untuk memberikan sangsi kepada Valentine dan santo Marius yaitu berupa hukuman mati.</p>
<p>Sebelum dihukum mati, Santo Valentine dan Santo Marius dipenjarakan dahulu, dalam penjara Valentine berkenalan dengan seorang gadis anak sipir penjara, kemudian gadis ini setia menjenguk valentine hingga menjelang kematian Valentine. Sebelum Valentine dihukum mati, Valentine masih sempat menulis pesan kepada gadis kenalannya, yang isinya :<br />
&#8216; From Your Valentine &#8216; </p>
<p>Setelah kematian Santo Valentine dan Santo Marius, orang-orang selalu mengingat kedua santo tersebut dan merayakannya sebagai bentuk ekspresi cinta kasih Valentine, dua-ratus tahun kemudian yaitu tahun 496 Masehi setelah kematian Santo Valentine dan Santo Marius, Paus Galasius meresmikan tanggal 14 Pebruari 496 sebagai hari Velentine. </p>
<p>Itulah sejarah hari Valentine yang ternyata untuk mengenang dan memperingati dua orang suci Kristen Katolik yang mengorbankan jiwanya demi kasih sayang.</p>
<p>Ada versi lain tentang sejarah Valentine, yaitu pada masa Romawi Kuno, tanggal 14 Pebruari merupakan hari raya untuk memperingati dewi Juno, dewi Juno adalah ratu dari segala dewa dan dewi, orang-orang Romawi kuno juga meyakini bahwa dewi Juno adalah dewi bagi kaum perempuan dan perkawinan ?dewi cinta.</p>
<p>Pada tanggal 14 Pebruari orang-orang Romawi kuno mengadakan perayaan untuk memperingati Dewi Juno dengan cara memisahkan kaum laki-laki dan perempuan. Nama-nama remaja perempuan ditulis pada potongan kertas lalu digulung dan dimasukkan ke dalam botol, setelah itu para laki-laki mengambil satu kertas sebagai, setiap laki-laki akan mendapatkan pasangan sesuai nama yang didapat dalam undian tersebut, bila kemudian mereka ada kecocokan maka mereka akan melangsungkan pernikahan dihari-hari berikutnya.</p>
<p>Valentine dan Barat</p>
<p>Pada abad ke 16 Masehi, perayaan Valentine yang semula merupakan ritual milik agama Kristen Katolik telah berangsur-angsur bergeser, yang semula untuk memperingati kematian santo Valentine dan Marius telah bergeser menjadi hari ?Jamuan Kasih Sayang? yang disebut sebagai ?Supercalis? seperti yang dirayakan oleh bangsa Romawi Kuno pada tiap tanggal 15 Pebruari.</p>
<p>Sedangkan pada abad pertengahan di dalam bahasa Perancis-Normandia terdapat kata ?Galentine? yang berasal dari kata Galant yang berarti cinta, persamaan bunyi antara Galentine dan Valentine disinyalir telah memberikan ide kepada orang-orang Eropa bahwa sebaiknya pada tanggal 14 Pebruari digunakan untuk mencari pasangan. Dan kini Valentine telah tersinkretisasi dengan peradaban Barat.</p>
<p>Valentine telah menjadi bentuk pesta hura-hura, simbol modernitas, sekedar simbol cinta, dan sudah mulai bernuansa pergaulan bebas dan seks bebas.</p>
<p>Banyak para muda-mudi yang mengadakan pesta Valentine hanya karena ikut-ikutan supaya tidak dibilang ketinggalan zaman atau tidak gaul, orang yang ikut-ikutan pesta valentine seakanakan telah menyandang predikat sebagai orang yang modern dan maju, padahal dia tidak tahu apa-apa tentang sejarah Valentine dan Valentine itu sendiri, padahal Valentine sendiri bukanlah hasil kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi.</p>
<p>Tentu saja Barat adalah yang paling diuntungkan dengan hiruk-pikuk pesta Valentine, karena di dalam pesta valentine orang didukung untuk hura-hura, mencari cinta sesaat dan instan, seks bebas, galmour yang semuanya itu mengarah ke peradaban Barat.</p>
<p>Ketika Al-Islah mengadakan survey via telepon terhadap beberapa masyarakat kota, ada seorang koresponden yang pernah berada di luar negeri memberikan pandangannya bahwa Valentine telah menjadi media Barat untuk memasarkan produknya, merebaknya Valentine di kalangan muda-mudi, menjadikan mereka ramah dan permisif terhadap produk-produk Barat, antara lain fashion, kafe, hotel, film, seks pranikah, dan lain sebagainya.</p>
<p>Namun kalau kita mau jeli dan teliti, Valentine memang bisa menjadikan seseorang merasa tidak ketinggalan zaman, gaul, fashionable dan segudang simbol peradaban Barat lainnya, salah satu faktor besarnya daya jual produk-produk Barat adalah terbangunnya opini tersebut dikalangan muda-mudi, contoh, orang ingin mengganti Hp-nya dengan HP baru hanya dengan satu alasan saja yaitu ?model baru lebih trendy atau fashionable yang lama telah ketinggalan jaman dan memalukan? , opini semacam itulah yang ingin dibangun barat melaui acara-acara Valentine. </p>
<p>Survey Membuktikan</p>
<p>Dari wawancara dengan beberapa koresponden yang ada diwilayah pinggiran kota via telepone ketika diajukan pertanyaan apakah Valentine itu ? didapatkan hasil rata-rata para koresponden dari kalangan remaja memberikan jawaban bahwa Valentine adalah hari kasih sayang walaupun sebagian besar dari mereka tidak mengetahui sejarah Valentine. Dan ketika mereka ditanya apakah ingin merayakan Valentine?, sebagian besar menjawab ya dan ingin merayakan bersama sang kekasih, sebagian yang lainnya menjawab tidak perlu dengan alasan kasih sayang itu bukan hanya satu hari itu saja tetapi sepanjang tahun, dan ada juga yang memberikan alasan karena Valentine adalah budaya Barat yang memiliki efek negatif dan merusak. Yang cukup mengejutkan ada seorang anak SD yang tahu tentang hari Valentine dan ingin merayakan dengan memberi hadiah kepada teman spesial.</p>
<p>Dan dari wawancara dengan korespeonden yang sudah berumah tangga dengan kisaran umur antara 30 tahun hingga 50 tahun memberikan hasil bahwa ketika mereka dalam usia remaja mereka sebagian besar tidak tahu tentang Valentine walaupun pernah mendengar kata Valentine, sebagian kecil mengatakan ketika masih remaja mereka telah tahu tentang Valentine tetapi tidak pernah merayakannya. Dan ketika diberi pertanyaan lanjutan apakah akan memberikan izin kepada anaknya untuk merayakan Valentine, sebagian besar menjawab tidak masalah asal tidak kebablasan, dan sebagian yang lain mengizinkan tetapi dengan memberikan pengarahan dan sebagian yang lainnya lagi akan melarang karena mengetahui bahwa Valentine adalah budaya Barat dan bertentangan dengan agama Islam. </p>
<p>Dari wawancara tersebut dapat diperoleh gambaran tentang opini dan sikap masyarakat mengenai Valentine ?walaupun kurang akurat-:</p>
<p>Pertama, kalangan muda-mudi hampir 100% telah mengenal Valentine padahal para orang-tua mereka hampir 100% tidak mengenal Valentine pada masa remajanya berarti Valentine telah berkembang pesat dalam satu generasi.</p>
<p>Kedua, hanya sebagian kecil remaja yang menentang Valentine dan hampir 100% yang tidak mengetahui tentang sejarah Valentine.</p>
<p>Dan sekarang mari kita tinjau pandangan Islam tentang Valentine dan bagaimana semestinya umat Islam harus bersikap.</p>
<p>PANDANGAN ISLAM TENTANG VALENTINE</p>
<p>Dari uraian sejarah Valentine dan hubungannya dengan peradaban Barat saat ini dapat diringkas bahwa Valentine merupakan : </p>
<p>1.	Ritual yang bersumber dari Kristen yang dikukuhkan oleh Paus Galasius untuk mengenang orang suci Kristen yaitu Santo Valentine dan Santo Marius.<br />
2.	Ritual orang-orang Romawi kuno yang pagan (penyembah berhala) untuk memperingati dewi Juno yaitu ratu dari segala dewa-dewi bagi perempuan dan perkawinan ( dewi cinta).<br />
3.	Ritual bangsa Eropa pada abad pertengahan untuk mencari jodoh.<br />
4.	Media Barat untuk mengkokohkan cengkraman peradaban Barat.,</p>
<p>Dari keempat jatidiri Valentine tersebut, tidak satupun yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam, alasannya :</p>
<p>Pertama, Valentine merupakan ritual keagamaan yaitu agama Kristen, sehingga Valentine merupakan ibadah bagi agama Kristen, bukti bahwa Valentine sebagai ritual agama Kristen adalah ritual Valentine tersebut dikukuhkan oleh seorang Paus yaitu Paus Galasius untuk memperingati dua orang yang diberi gelar orang suci oleh orang-orang Kristen. Bagi Muslim mengikuti Valentine tersebut adalah sama dengan mengikuti peribadatan orang Kristen, di samping itu ada bahaya yang lain yaitu sinkretisasi antara agama Islam dan Kristen, Allah I telah memerintahkan kita untuk tidak mencampuradukkan ajaran agama Islam dengan ajaran agama manapun termasuk Kristen :<br />
Bagimu agamamu, bagiku agamaku. QS. 109:1-6</p>
<p>Kedua, Valentine untuk memperingati/memuja dewi Juno adalah ritual yang dilakukan oleh orang-orang romawi Kuno yang menyembah berhala/dewa, sehingga mengikuti ritual ini dapat bernilai kesyirikan seperti yang dilakukan oleh orang-orang Romawi Kuno yang menyembah berhala.<br />
Bedakan diri kalian dari orang-orang Musyrik. HR. Bukhari-Muslim</p>
<p>Ketiga, Valentine sebagai sarana untuk mencari jodoh oleh orang-orang Eropa, mereka bertahayul bahwa kasih sayang akan mulai bersemi pada tanggal 14 Pebruari, tahayul adalah salah satu bentuk kesyirikan, sehingga haram hukumnya bagi umat Islam untuk mengikutinya.</p>
<p>Keempat, Valentine sebagai media barat telah diakui daya rusaknya terhadap tatanan masyarakat timur apalagi Islam, mengiktui Valentine bukan saja sekedar pesta untuk menyatakan kasih sayang, tetapi juga pesta yang mau-tidak-mau harus mengikutkan budaya yang lainnya, pergaulan bebas, fashion, pakaian minim, ciuman antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya, hidup glamour, materialistis, dansa-dansa, mengumbar nafsu dan lain-lain.<br />
Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, ia akan termasuk golongan mereka. HR. Ahmad</p>
<p>Tidak dapat dipungkiri lagi, Valentine adalah salah satu pintu masuk untuk menjadi sama dengan mereka.</p>
<p>Itulah jatidiri Valentine dan kedudukannya terhadap agama Islam, banyak para muda-mudi yang mengikuti Valentine hanya sekedar ikut-ikutan dan tidak mengetahui apa dan bagaimana Valentine yang sesungguhnya, mereka ikut hanya karena pernah melihat ada yang jualan kartu Valentine atau menerima kartu valentine, atau karena pernah diajak temannya ikut acara Valentine, atau karena pernah melihat propaganda Valentine di majalah-majalah, tv, film dan lain sebagainya, terhadap sikap para muda-mudi yang mengikut saja terhadap apa yang tidak diketahuinya, Allah SWT telah memberikan peringatan :</p>
<p>Dan janganlah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. QS. 17:36</p>
<p>Padahal para muda-mudi gaul sering berkata untuk memberi kesan/nilai negatif kepada temannya dengan perkataan ?sok tahu lu? ternyata mereka sendiri terhadap Valentine juga sok tahu. Wallahu a?lam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/prasetyosiak.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/prasetyosiak.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/prasetyosiak.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/prasetyosiak.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/prasetyosiak.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/prasetyosiak.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/prasetyosiak.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/prasetyosiak.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/prasetyosiak.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/prasetyosiak.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/prasetyosiak.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/prasetyosiak.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/prasetyosiak.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/prasetyosiak.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=prasetyosiak.wordpress.com&amp;blog=4371021&amp;post=66&amp;subd=prasetyosiak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://prasetyosiak.wordpress.com/2009/02/07/pandangan-islam-terhadap-hari-valentine/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">prasetyosiak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://prasetyosiak.files.wordpress.com/2009/02/valentine.jpeg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">valentine</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BENARKAH YAHUDI ADALAH UMAT YANG UNGGUL?</title>
		<link>http://prasetyosiak.wordpress.com/2008/12/13/59/</link>
		<comments>http://prasetyosiak.wordpress.com/2008/12/13/59/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Dec 2008 06:25:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prasetyosiak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ulumul Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prasetyosiak.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُواْ نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَنِّي فَضَّلْتُكُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ &#60;!&#8211; /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Verdana; panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:536871559 0 0 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:&#8221;"; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;; mso-fareast-font-family:&#8221;Times New [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=prasetyosiak.wordpress.com&amp;blog=4371021&amp;post=59&amp;subd=prasetyosiak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-60" style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" title="lg_star_of_david_blue" src="http://prasetyosiak.files.wordpress.com/2008/12/lg_star_of_david_blue.jpg?w=95&#038;h=96" border="0" alt="lg_star_of_david_blue" width="95" height="96" /></p>
<p style="text-align:right;">يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُواْ نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَنِّي فَضَّلْتُكُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ</p>
<p style="text-align:left;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--> &lt;!&#8211;  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Verdana; 	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:536871559 0 0 0 415 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:&#8221;"; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;; 	mso-fareast-font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} &#8211;&gt; <!--[if gte mso 10]&gt;--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segala umat<strong><sup> </sup></strong>( Qs Al Baqarah : 47 )</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">Beberapa pelajaran dari ayat di atas : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">Pelajaran Pertama : </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">Pada ayat di atas Allah swt mengingatkan untuk kesekian kalinya kepada Bani Israil, terutama yang hidup pada zaman nabi Muhammad saw begitu juga kepada generasi sesudahnya, akan nikmat-nikmat Allah swt yang diberikan kepada nenek moyang mereka. Hal itu karena nikmat nenek moyang merupakan nikmat anak keturunan mereka juga<sup>(<a name="_ftnref1"></a>)</sup>, kejayaan nenek moyang merupakan kejayaan anak keturunan mereka juga. Kemudian timbul suatu pertanyaan : kenapa Allah swt secara terus menerus mengingatkan Bani Israel akan nikmat-nikmatNya yang diberikan kepada mereka ? Padahal pada ayat-ayat sebelumnya Allah juga telah mengingatkan hal itu ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">Jawabannya adalah : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">1/ Nikmat yang diingatkan Allah swt kepada Bani Israel pada ayat-ayat sebelumnya adalah nikmat yang masih umum, maka perlu diingatkan kepada mereka akan nikmat yang lebih terperinci lagi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">2/ Semakin banyak seseorang atau sekelompok orang mengingat nikmat Allah, semakin pula mendorong mereka untuk segera melaksanakan perintah Allah swt dan menjauhi segala larangan-Nya<sup>(<a name="_ftnref2"></a>)</sup>, karena seseorang yang masih mempunyai hati bersih tentunya akan berusaha membalas jasa-jasa, paling tidak berterima kasih kepada siapa saja yang pernah berbuat baik kepadanya. Tentunya balasan terima kasih itu akan besar dan luar biasa manakala yang dibalas dan disyukuri itu adalah Dzat Yang menciptakannya, menghidupkannya, merawatnya, memberikan rizki kepadanya, melindunginya dari segala marabahaya, memberikannya anak, jabatan, kesehatan dan yang paling penting : memberikan kepadanya hidayah dan taufik sehingga menjadi orang Islam yang patuh terhadap perintah-perintah-Nya. </span></p>
<p style="text-align:left;">
<p><span id="more-59"></span></p>
<p>3/ Nikmat ini terus saja diulang-ulang oleh Allah swt agar mereka terpacu dan terdorong untuk segera beriman kepada nabi Muhammad saw dan beriman kepada apa yang dibawanya, yaitu Al Qur’an.()</p>
<p style="text-align:left;">4/ Nikmat ini diulang-ulang agar mereka senantiasa mengingatnya dan diharapkan bisa mensyukurinya, dan tidak dengki dan iri kepada nikmat yang diberikan kepada bangsa Arab dengan diutusnya nabi akhir zaman bukan dari mereka(). Point ini sangat penting untuk diungkap, karena banyak dari kita yang terus menerus merasa iri, bahkan tidak sedikit yang dengki dengan nikmat yang didapatkan oleh saudaranya atau tetangganya, atau teman kerjanya. Padahal, kalau dia mau melihat dan merenungi nikmat-nikmat Allah yang diberikan kepadanya, seperti kesehatan, kecukupan dalam harta, istri yang sholehah, anak yang sehat dan sempurna, tentunya dia tidak akan merasa iri apalagi dengki dengan nikmat yang didapat oleh saudaranya. Dalam suatu hadist yang diriwayatkan dari Abu Hurairah disebutkan bahwasanya Rosulullah saw bersabda :</p>
<p style="text-align:right;">‏ ‏ ‏ ‏ ‏إذا نظر أحدكم إلى من فضل عليه في المال والخلق فلينظر إلى من هو أسفل منه ( رواه البخاري ) ، وزاد مسلم : فهو أجدر أن لا تزدروا نعمة الله عليكم</p>
<p style="text-align:left;">” Jika salah satu dari kamu melihat orang lain yang mempunyai kelebihan harta dan fisik, maka hendaknya dia segera melihat orang yang lebih rendah dari dirinya ( dalam harta dan fisik )” ( HR Bukhari ). Dalam riwayat Muslim ada tambahannya: ” Karena hal itu akan lebih bisa membuat kamu untuk tidak meremehkan nikmat Allah yang diberikan kepadamu.”<br />
Dalam riwayat Abdullah bin Syuhair disebutkan bahwa Rosulullah saw bersabda :</p>
<p style="text-align:right;">أقلوا الدخول على الأغنياء فإنه أحرى أن لا تزدروا نعمة الله</p>
<p style="text-align:left;">” sedikitlah kamu bergaul dengan orang-orang kaya, karena hal itu bisa lebih memudahkan untuk tidak meremehkan nikmat Allah swt ” ( HR Hakim )<br />
Hadist di atas bukan berarti melarang orang muslim untuk bergaul dengan orang kaya sama sekali, akan tetapi larangan tersebut ditujukan kepada orang yang mudah terpengaruh dan silau dengan apa yang dilihatnya, karena kalau keadaannya demikian, tentu saja dia akan terus berangan-angan untuk memiliki sesuatu yang dimiliki orang kaya tersebut. Orang yang imannya-pun diharapkan untuk tidak banyak bergaul dengan orang-orang kaya kecuali sebatas keperluan, karena bagaimanapun kuatnya iman seseorang suatu ketika bisa saja terpengaruh dengan lingkungan sekitarnya. Oleh karenanya, untuk menepis penyakit iri dan dengki tersebut Rosulullah saw berpesan setiap muslim untuk selalu melihat orang-orang dibawahnya yang keadaannya lebih jelek dari dirinya. Selain itu dianjurkan untuk menjenguk orang sakit, korban kecelakaan dan melayat orang mati, karena itu semua akan membawanya untuk lebih bersyukur kepada Allah swt .<br />
5/ Jika seseorang semakin sering mengingat nikmat yang diberikan kepadanya niscaya akan membuatnya untuk mencintai Sang Pemberi nikmat(), sebagaimana yang ditulis oleh Mansyur Al Waraq dalam salah satu syi’irnya :</p>
<p style="text-align:right;">تعصي الإله وأنت تُظهر حبَّه … هذا لَعمري في القياس بديعُ<br />
لو كان حُبّك صادقاً لأطعته … إن المحِب لمن يُحب مُطيع</p>
<p style="text-align:left;">Engkau selalu bermaksiat kepada Allah, tetapi tetap saja engkau berpura-pura mencintai-Nya<br />
Perbuatan seperti ini sungguh tidak sesuai dengan qiyas.<br />
Seandainya cintamu benar, pasti engkau akan mentaati-Nya …<br />
Karena sesungguhnya orang yang cinta itu pasti mentaati sesuatu yang dicintainya ..</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Pelajaran Kedua :</strong><br />
Salah satu nikmat agung yang diberikan kepada Bani Israel adalah Allah swt menjadikan mereka umat yang mempunyai derajat yang tinggi di atas umat-umat yang lainnya. Tetapi perlu diketahui bahwa nikmat ini hanya diberikan kepada nenek moyang mereka, yaitu para pengikut nabi Musa as yang masih taat dengan perintah Allah dan perintah nabi Musa as, begitu juga para pengikut nabi-nabi Bani Iarael sesudah nabi Musa as. sebagaimana yang disebutkan Allah sendiri dalam salah satu firman-Nya :</p>
<p style="text-align:right;">وَإِذْ قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ اذْكُرُواْ نِعْمَةَ اللّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَعَلَ فِيكُمْ أَنبِيَاء وَجَعَلَكُم مُّلُوكًا وَآتَاكُم مَّا لَمْ يُؤْتِ أَحَدًا مِّن الْعَالَمِينَ</p>
<p style="text-align:left;">Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia mengangkat nabi nabi diantaramu, dan dijadikan-Nya kamu orang-orang merdeka, dan diberikan-Nya kepadamu apa yang belum pernah diberikan-Nya kepada seorangpun diantara umat-umat yang lain.” ( Qs Al Maidah : 20 )<br />
Dalam ayat lain Allah swt juga berfirman :</p>
<p style="text-align:right;">وَلَقَدِ اخْتَرْنَاهُمْ عَلَى عِلْمٍ عَلَى الْعَالَمِينَ</p>
<p style="text-align:left;">Dan sesungguhnya telah Kami pilih mereka ( Bani Israel ) dengan pengetahuan (Kami) atas umat-umat lain ” ( Qs Ad Dukhan : 32 )<br />
Dari situ, bisa kita ketahui bahwa letak kemuliaan dan keunggulan Bani Israel atas umat-umat yang lainnya, karena mereka mempunyai nabi-nabi dan berpegang teguh kepada ajaran-ajaran para nabi tersebut. Dan ketika mereka tidak taat lagi dengan para nabi, maka keutamaan dan keunggulan tersebut dengan sendirinya telah hilang dari diri mereka, termasuk dari diri Bani Israel yang hidup pada zaman nabi Muhammad saw. Kenapa begitu ? karena para nabi Bani Israel seperti Musa dan Isa telah memberitahukan kepada umatnya sebagaimana yang tercantum dalam kitab Taurat dan Injil bahwa akan datang nabi akhir zaman yang berasal dari bangsa Arab sebagai penerus dan penutup para nabi yang berasal dari Bani Israel, maka hendaknya seluruh Bani Israel yang menemui nabi tersebut untuk beriman kepada-nya. Dalam hal ini Allah swt berfirman :</p>
<p style="text-align:right;">الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِندَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُم بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَآئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالأَغْلاَلَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ فَالَّذِينَ آمَنُواْ بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُواْ النُّورَ الَّذِيَ أُنزِلَ مَعَهُ أُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ</p>
<p style="text-align:left;">“Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.( Qs Al A’raf : 187 )<br />
Dalam surat As Shof disebutkan juga :</p>
<p style="text-align:right;">وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُم مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِن بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءهُم بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُّبِينٌ</p>
<p style="text-align:left;">Dan (ingatlah) ketika Isa Ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata. ( Qs As Shof : 6 )<br />
Bahkan dalam Injil Barnabas disebutkan : “Maka Allah menutup hijabnya dan diusir keduanya oleh Mikail dari surga Firdaus . Kemudian Adam menengok dan melihat di atas pintu ada tertulis ‘Laa Ilaaha Illallah Muhammadur Rasulullah’ (41:29-30).<br />
Dalam Injil Lukas tertulis : “Puji Tuhan (Allah) di tempat yang tinggi dan di bumi keselamatan (Islam) dan bagi manusia ‘Ahmad’.” (2:14)<br />
<strong></strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Pelajaran Ketiga :</strong><br />
Adapun pada zaman diutusnya nabi Muhammad saw dan diturunkannya Al Qur’an, maka umat yang paling mulia dan utama adalah umat Islam, umat pengikut nabi Muhammad saw. Hal ini sesuai dengan firman Allah swt :</p>
<p style="text-align:right;">كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ</p>
<p style="text-align:left;">Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik ( Qs Ali Imran : 110 )<br />
Dan dalam suatu hadist yang diriwayatkan Mu’awiyah bin Haedah al Qusyairi disebutkan bahwa Rosulullah saw bersabda :</p>
<p style="text-align:right;">أنتم تُوفُونَ سبعين أمة، أنتم خيرها وأكرمها على الله</p>
<p style="text-align:left;">” Kalian mewakili tujuh puluh umat, kalian adalah umat yang terbaik dan yang termulia di sisi Allah swt ” ( Hadist Hasan Riwayat Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, Hakim )<br />
Dari situ, bisa disimpulkan bahwa umat yang termulia sebelum diutusnya nabi Muhammad saw adalah umat Bani Israel yang berpegang teguh dengan ajaran-ajaran para nabi yang diutus Allah swt. Namun setelah datangnya nabi Muhammad saw yang menjadi pelengkap dan penutup para nabi, maka umat yang paling mulia adalah umat Islam, karena hanya merekalah yang percaya dan beriman kepada nabi Muhammad saw, sedang umat-umat yang lain, termasuk di dalamnya umat Bani Israel akan menjadi umat yang akan dilaknat Allah swt dan dijauhkan dari rahmat-Nya selama mereka tidak mau beriman kepada nabi Muhammad saw.<br />
<strong></strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Pelajaran Keempat :</strong><br />
Keutamaan yang diberikan Allah kepada Bani Israel adalah keutamaan umat atas umat(), karena mereka waktu itu berpegang teguh dengan ajaran Allah swt. Jadi, keutamaan disini tidak mencakup keutamaan perorangan di atas perorangan, artinya tidak setiap orang yang berasal dari Bani Israel pasti lebih utama dan lebih baik dari pada orang yang berasal dari umat Persia, atau Arab atau India atau yang lainnya yang hidup satu zaman dengan Bani Israel waktu itu. Karena barangkali banyak orang yang berasal dari umat-umat tersebut lebih baik dari sebagian orang yang berasal dari Bani Israel. Begitu juga, bukan berarti para nabi Bani Israel pasti lebih utama daripada nabi-nabi yang berasal dari umat lain yang hidup satu zaman dengan Bani Israel waktu itu. Dan bukan berarti pula bahwa umat Bani Israel lebih utama dan lebih unggul bila dibandingkan dari Para Malaikat, karena yang dimaksud ayat di atas adalah keutamaan jenis manusia atas jenis manusia yang lain. ()<br />
<strong></strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Pelajaran Kelima :</strong><br />
Kelebihan yang diberikan Allah kepada bangsa Yahudi yang terdapat pada ayat di atas ternyata disalah gunakan oleh orang-orang Yahudi radikal yang membuat gerakan Zionisme. Gerakan ini bersembunyi dibalik ayat tersebut untuk mengesahkan tindakan kekerasan dan biadab atas bangsa-bangsa lain. Selain itu, mereka juga menganggap setiap orang Yahudi yang lahir pasti lebih unggul dari bangsa lain. Mereka merasa mendapatkan dukungan dari apa yang tertera dalam Perjanjian Lama, diantaranya adalah :<br />
’Engkau akan diberkati lebih daripada segala bangsa” (Ulangan 7:14).<br />
Yang lebih ironisnya lagi, bahwa sifat keunggulan yang mereka yakini ini seolah-olah merupakan suatu perintah untuk melakukan kekejaman atas bangsa lain. Mereka berdalil dengan apa yang terdapat dalam Perjanjian Lama :<br />
”Engkau harus melenyapkan segala bangsa yang diserahkan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu: janganlah engkau merasa sayang kepada mereka….” (Ulangan 7:16).<br />
Selain itu untuk melegalkan perbuatan tersebut, tidak segan-segan mereka merubah isi taurat agar sesuai dengan tujuan dan kemauan mereka. Padahal Taurat mereka sendiri menyuruh mereka untuk berbuat damai, mencintai, mengasihi, dan berperilaku baik. Diantaranya adalah apa yang terdapat dalam Perjanjian Lama :<br />
Janganlah kamu berbuat curang dalam peradilan; janganlah engkau membela orang kecil dengan tidak sewajarnya dan janganlah engkau terpengaruh oleh orang-orang besar, tetapi engkau harus mengadili orang sesamamu dengan kebenaran. Janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan fitnah di antara orang-orang sebangsamu; janganlah engkau mengancam hidup sesamamu manusia; Akulah Tuhan. Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hatimu, tetapi engkau harus berterus terang menegur orang sesamamu dan janganlah engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia. (Perjanjian Lama, Imamat, 19:15-17)<br />
Pada tempat lain disebutkan juga :<br />
” Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut Tuhan dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?” (Perjanjian Lama, Mikha, 6:8)<br />
Pada tempat lain disebutkan juga :<br />
” Jangan membunuh. Jangan berzinah. Jangan mencuri. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu. Jangan mengingini rumah sesamamu … (Perjanjian Lama, Keluaran, 20:13-17)<br />
Bahkan untuk membenarkan tindakan mereka merampas tanah Palestina dan membantai para penduduknya, orang-orang Yahudi tidak segan-segan berdalil dengan firman Allah swt dalam Al Qur’an :</p>
<p style="text-align:right;">يَا قَوْمِ ادْخُلُوا الأَرْضَ المُقَدَّسَةَ الَّتِي كَتَبَ اللّهُ لَكُمْ وَلاَ تَرْتَدُّوا عَلَى أَدْبَارِكُمْ فَتَنقَلِبُوا خَاسِرِينَ</p>
<p style="text-align:left;">” Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi.” ( Qs Al Maidah : 21 )<br />
Padahal dalam ayat itu tidak ada satu katapun yang menyuruh orang-orang Yahudi untuk merampas dan membunuh orang-orang Palestina. Bahkan menurut orang-orang Yahudi sendiri ( khususnya yang bukan angota Zionis ) bahwa kaum Yahudi telah dikeluarkan dari bumi Palestina hanyalah akibat dosa-dosa mereka. Menurut kelompok ini, mereka juga tetap menginginkan kembali ke Palestina, tanah yang dijanjikan kepada mereka, akan tetapi dengan cara damai dan menurut kehendak Allah, bukan kehendak mereka. Sehingga mereka sendiri justru malah menentang gerakan zionis ( sekarang Negara Israel ) yang membantai orang-orang Palestina dan merampas hak-hak mereka.<br />
Begitulah sifat orang-orang Yahudi yang jahat, mereka pandai memutarbalikkan fakta dan mencampur adukkan antara kebenaran dan kebathhilan, sebagaimana pada ayat sebelumnya Allah berfirman :</p>
<p style="text-align:right;">وَلاَ تَلْبِسُواْ الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُواْ الْحَقَّ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ</p>
<p style="text-align:left;">“ Janganlah kamu campur-adukkan antara kebenaran dan kebath ilan, dan kamu sembunyikan yang benar padahal kamu mengetahuinya. “( Qs Al -Baqarah : 42 )<br />
Mudah-mudahan kita dijauhi dari sifat-sifat tersebut Amien.<br />
Kairo, 18 Januari 2008<br />
Thobary, Juz I, hlm : 23-24 .<br />
Ibnu Asyur, Tahrir wa Tanwir, Juz I, hlm : 279<br />
Ibnu Katsir, Tafsir al Qur’an Al Adhim, , Juz I, hlm : 405 .<br />
Ibnu Katsir, Tafsir al Qur’an Al Adhim, , Juz I, hlm : 405 .<br />
Ibnu Asyur, Tahrir wa Tanwir, Juz I, hlm : 279<br />
Ibnu Asyur, Tahrir wa Tanwir, Juz I, hlm : 279<br />
Al Alusy, Ruhul Ma’any, Juz I, hlm : 302</p>
<p style="text-align:left;">tulisan ini disunting dari http://ahmadzain.wordpress.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/prasetyosiak.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/prasetyosiak.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/prasetyosiak.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/prasetyosiak.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/prasetyosiak.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/prasetyosiak.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/prasetyosiak.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/prasetyosiak.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/prasetyosiak.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/prasetyosiak.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/prasetyosiak.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/prasetyosiak.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/prasetyosiak.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/prasetyosiak.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=prasetyosiak.wordpress.com&amp;blog=4371021&amp;post=59&amp;subd=prasetyosiak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://prasetyosiak.wordpress.com/2008/12/13/59/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">prasetyosiak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://prasetyosiak.files.wordpress.com/2008/12/lg_star_of_david_blue.jpg?w=95" medium="image">
			<media:title type="html">lg_star_of_david_blue</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kiat-Kiat memaknai Haji ke dalam Kehidupan</title>
		<link>http://prasetyosiak.wordpress.com/2008/11/09/kiat-kiat-memaknai-haji-ke-dalam-kehidupan/</link>
		<comments>http://prasetyosiak.wordpress.com/2008/11/09/kiat-kiat-memaknai-haji-ke-dalam-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Nov 2008 12:26:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prasetyosiak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prasetyosiak.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Semua ibadah di dalam Islam memiliki tujuan untuk menciptakan perubahan yang positif dalam kehidupanan manusia. Misalnya shalat memiliki tujuan sebagaimana yang dikumandangkan di TVRI setiap bakdah adzan Maghrib, yaitu Aqimish shalâta, innash shalâta tanhâ `anil fakhsyâi wal-munkar: &#8220;Dirikan shalat sesungguhnya shalat itu dapat mencegah yang yang keji dan yang mungkar.&#8221; (Al-Ankabut: 45). Tentu timbul pertanyaan: [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=prasetyosiak.wordpress.com&amp;blog=4371021&amp;post=55&amp;subd=prasetyosiak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://prasetyosiak.files.wordpress.com/2008/11/makkah1.jpg"><img src="http://prasetyosiak.files.wordpress.com/2008/11/makkah1.jpg?w=128&#038;h=90" alt="makkah1" title="makkah1" width="128" height="90" class="alignleft size-thumbnail wp-image-57" border="0"></a>Semua ibadah di dalam Islam memiliki tujuan untuk menciptakan perubahan yang positif dalam kehidupanan manusia. Misalnya shalat memiliki tujuan sebagaimana yang dikumandangkan di TVRI setiap bakdah adzan Maghrib, yaitu Aqimish shalâta, innash shalâta tanhâ `anil fakhsyâi wal-munkar: &#8220;Dirikan shalat sesungguhnya shalat itu dapat mencegah yang yang keji dan yang mungkar.&#8221; (Al-Ankabut: 45). </p>
<p>Tentu timbul pertanyaan: Mengapa shalat tidak merubah kehidupan sebagian kita? Jawabannya: Karena kita tidak khusuk, tidak melakukan adab-adabnya, dan tidak memahami rahasia-rahasia shalat. Sehingga shalat kita jadikan sebagai ibadah wajib rutinitas, yang tidak memiliki makna<br />
dalam kehidupan kita. Puasa memiliki tujuan agar orang-orang yang beriman menjadi orang-orang yang takwa.<br />
Takwa berasal dari kata &#8220;Wiqayah&#8221; yang artinya menjaga. Jadi, takwa adalah menjaga dan mengaktualisasikan serta menciptakan keseimbangan potensi diri: potensi pikir, potensi syahwat, dan potensi marah. Dengan puasa dimaksudkan agar kita dapat merasakan penderitaan dan kesengsaraan orang lain.</p>
<p>Tidaklah dapat dipungkiri bahwa suasana puasa di bulan cukup memberi perubahan kehidupan ruhani kita. Ramadhan dapat mengalirkan suasana dan nuansa baru dalam kehidupan kita dan itu bisa kita rasakan di bulan Ramadhan. Menjelang Idul Fitri, suasana itu semakin meningkat persiapan2 ruhaniah. Yang mampu membantu yang lemah, yang kaya mengeluarkan zakat dan sedekah untuk yang fakir dan miskin. Selain itu, terjadi peningkatan yang segnifikan keinginan untuk bersilaturrahmi. Dan keinginan ini diwujudkan di malam dan hari Idul Fitri. Tapi sayang, suasana ini hilang bersama berlalunya bulan<br />
Ramadhan dan Idul Fitri.  </p>
<p><span id="more-55"></span></p>
<p>Zakat memiliki tujuan yang fitri dan manusiawi, mensucikan diri dan harta. Dengan kesucian diri dan harta, manusia dapat menjadi orang yang dermawan, membantu yang membutuhkan dan meringankan penderitaan saudaranya.</p>
<p>Mengapa tujuan-tujuan ibadah belum terwujud dalam kehidupan sebagian kita? Mungkin di antara penyebab-penyebabnya kita belum memaknai tujuan ibadah. Mengapa demikian? Semua ini dikarena methode penyampaian materi dengan sistem pengajaran, bukan dengan methode pendidikan dan motivasi. </p>
<p>Sekiranya pengenalan itu disampaikan dengan methode pendidikan, dan methode training motivasi, saya yakin methode ini akan berpengaruh lebih segnifikan ke dalam kehidupan kita. Sebagaimana materi2 training motivasi yang banyak dilakukan oleh lembaga2 motivasi, yang telah berhasil merubah mental para pesertanya.</p>
<p>Dan ini tak kalah pentingnya dalam hal memaknai ibadah haji. Mengapa ibadah haji tidak merubah mental sebagian kita? Mungkin jawabannya karena kebanyakan kita masih memfokuskan pada pelatihan manasik haji dengan methode pengajaran. Tidak menggunakan methode pendidikan dan motivasi.</p>
<p>Sekiranya materi haji, adab-adabnya dan rahasianya disampaikan dengan methode pendidikan dan training motivasi, kemudian materi2 tertentu dilakukan pada even2 penting dalam ibadah haji misalnya di Madinah, Arafah, Mina, dan lainnya, saya yakin ibadah haji itu akan berpengaruh secara segnifikan pada jema&#8217;ah haji. Dan insya Allah pengaruh haji itu tidak hanya dirasakan oleh jema&#8217;ah, tetapi juga<br />
oleh kita bahkan bangsa dan negara. Karena tujuan haji lebih luas dan mencakup tujuan shalat, puasa dan zakat. Kapankah kita akan memulai methode ini, methode training motivasi? Yakni, menjadikan materi-materi ibadah haji ke dalam  materi training motovasi. Dalam methode ini tidak membedakan antara mereka yang cerdas IQnya dan yang tidak cerdas. Karena methode ini tidak melatih pikiran, tetapi melatih dan membimbing ruhani, yang sekarang dikenal dengan melatih &#8220;otak kanan&#8221;. Mengapa methode ini tidak segera dimulai? Pahahal methode ini telah terbukti  keunggulan dan<br />
kesuksesannya.</p>
<p>Bukankah belakangan ini kita saksikan banyak lembaga kemersial dan perusahan membuktikan methode ini, untuk merubah mental para karyawannya, yang akhirnya juga menguntungkan secara materi. Methode ini telah diakui keunggulannya di dunia Islam dan dunia barat.</p>
<p>Haji memiliki tujuan yang jauh lebih utama dari tujuan lembaga2 komersial. Jika lembaga-lembaga komerrsial, ukuran kesuksesaannya merubah mental para karyawannya selain keuntungan material, tentu haji memiliki tujuan yang jauh lebih mulia dari semua ini. Jika lembaga-lembaga komersial bisa mencapai tujuannya, mengapa lembaga2 haji belum mencapai tujuan utama haji? Mari kita diskusikan, kita sharing ilmu dan informasi untuk tujuan yang utama dan mulia ini. </p>
<p>Di antara rahasia-rahasia haji adalah:</p>
<p>Pertama: Ka&#8217;bah sebagai power energi Kesucian<br />
Mengapa energi kesucian Ka&#8217;bah tidak merubah mental manusia. Padahal hampir semua jema&#8217;ah haji sudah mulai merasa getaran hatinya saat memandang pertama Ka&#8217;bah. Ini menunjukan bahwa Allah swt dengan rumah-Nya yang mulai sudah mulai menggetarkan menggerakkan hati<br />
jema&#8217;ah haji, dan menggerakkan mereka pada tujuan haji.</p>
<p>Allah swt berfirman:<br />
&#8220;Telah kami buatkan perjanjian pada Ibrahim dan ismail:<br />
Sucikan rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, dan i&#8217;tikaf,  rukuk dan sujud.&#8221; (Al-Baqarah: 125)<br />
Ayat ini menegaskan bahwa perjanjian Ilahi merupakan kesucian yang diperuntukkan pada tamu-tamu Allah yang melakukan thawaf, ruku&#8217; dan sujud di sekitar rumah-Nya yang mulia. </p>
<p>Dalam ayat ini Allah swt menjadikan perjanjian Ilahi sebagai kesucian. Allah swt kata `Ahd, yang artinya membuat perjanjian. </p>
<p>Apakah tujuan Allah swt dalam hal mensucikan Ka&#8217;bah Dia membuat perjanjian dengan nabi Ibrahim dan Ismail (as), padahal kalau sekedar mensucikannya secara fisik, bisa dilakukan oleh ummatnya. Di<br />
sini tentu ada rahasia di balik kesucian fisik.</p>
<p>Apakah hal ini berkait dengan kesucian Al-Qur&#8217;an yang dinyatakan oleh Allah swt:</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya Al-Qur&#8217;an adalah bacaan yang mulia, berada dalam kitab yang terjaga, tak tersentuh kecuali oleh orang-orang yang disucikan.&#8221; (Al-Waqi&#8217;ah: 77-79)</p>
<p>Ayat ini tidak hanya mengandung makna bahwa menyentuh Al-Qur&#8217;an harus dalam keadaan suci dari hadats. Bahkan sebagian muslimin tidak mengharuskan suci dari hadats untuk menyentuh Al-Qur&#8217;an. Lalu apa maksudnya Al-Qur&#8217;an dikaitan dengan kesucian dan orang-orang yang disucikan oleh Allah swt. Siapakah orang-orang yang disucikan oleh Allah swt? Bahkan dalam ayat ini dikaitkan dengan kitab yang terjaga. Apakah yang dimaksud menyentuh itu? Apakah hanya pada fisiknya? Atau kandungan maknanya yang tidak akan dicapai oleh sentuhan pikiran dan hati orang-orang yang tidak disucikan oleh<br />
Allah swt? Ini sebagai renungan untuk memahami rahasia haji selanjutnya.</p>
<p>Kemudian apa yang kita rasakan saat membaca kalimat berikut pada setiap memandang Ka&#8217;bah:</p>
<p>Alhamdulillâhil ladzî `azhzhamaki wa syar-rafaki wa karramaki,<br />
waja&#8217;alaki matsâbatan linnâsi wa amnâ, mubarakan wa hudal lil&#8217;âlamîn.</p>
<p>Segala puji bagi Allah yang telah mengagungkanmu dan memuliakanmu, dan menjadikanmu sebagai tempat perlindungan dan keamanan bagi seluruh manusia, tempat yang penuh berkah dan petunjuk bagi alam semesta.</p>
<p>Kedua: Ka&#8217;bah pusat energi Kemerdekaan</p>
<p>Allah swt berfirman:</p>
<p> &#8220;Dan hendaknya mereka melakukan thawaf di sekitar rumah yang merdeka.&#8221; (Al-Hajj:29).<br />
&#8220;Kemudian tempat wajib (serta akhir masa) menyambelihnya ialah setelah sampai ke rumah merdeka.&#8221; (Al-Hajj: 33)</p>
<p>Sebagian penerjemah Al-Qur&#8217;an menerjemah kata &#8220;Baytul Atiq&#8221; sebagai rumah antik. Jika ini yang dipahami oleh kaum muslimin, maka jelaslah rahasia Ka&#8217;bah tidak dapat ditangkap oleh mereka, khususnya jema&#8217;ah haji. Berbeda, sekiranya kita memahaminya sebagai rumah mulia yang mengalirkan energi kemerdekaan bagi manusia, tentu kita akan mengenal Ka&#8217;bah lebih bermakna, dan Ka&#8217;bah lebih menggetarkan hati dan pikiran saat kita memandangnya.  </p>
<p>Dengan makna ini kita akan diantarkan pada makna haji yang sebenarnya, haji yang memerdekakan kita dari kebodohan, keterbelakangan, belenggu hawa nafsu, dan belenggu kezaliman. Dengan makna ini, haji dapat merubah pikiran dan hati kita pada tujuan yang jauh bermakna. Tidak berhitung pahala dalam beribadah kepada Allah sebagaimana yang terpetik dalam pikiran umumnya jema&#8217;ah haji.  </p>
<p>Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata: &#8220;Orang beribadah itu ada tiga macam: ibadah karena takut neraka, ini ibadahnya budak yang takut pada majikannya; ibadah karena ingin surga, ini ibadahnya pedagang<br />
karena ini mendapatkan keuntungan; dan ibadahnya orang yang merdeka,<br />
karena cinta kepada Allah swt.&#8221; </p>
<p>Ketiga: Ka&#8217;bah Pusat energi Kebangkitan Manusia<br />
Allah swt berfirman:<br />
&#8220;Allah telah menjadikan Ka&#8217;bah rumah yang mulia sebagai kebangkitan bagi manusia.&#8221; (Al-Maidah: 97) </p>
<p>Allah swt menjadikan Ka&#8217;bah sebagai pusat energi kebangkitan manusia. Bangkit secara lahir dan batin. Bangkit dari kelalaian dan kehinaan dosa. Bangkit melawan kezaliman, penindasan dan kebatilan.<br />
Mengapa tujuan dibangunnya Ka&#8217;bah tidak terwujud? Mengapa Ka&#8217;bah tidak mengalirkan kekuatan kepada kita? Sehingga terwujudlah kehendak Allah swt yang dinyatakan di dalam firman-Nya:</p>
<p>&#8220;Agar binasalah orang yang binasa karena keterangan yang nyata, dan hiduplah orang yang hidup karena keterangan yang nyata .&#8221; (Al-Anfal: 42)<br />
Rasulullah saw bersabda:&#8221;Barangsiapa menghendaki dunia dan akhirat, maka hendaknya berkiblat kepada ka&#8217;bah. (Al-Mustadrak)</p>
<p>Keempat: Ka&#8217;bah  dan Perlindungan<br />
Allah swt menyatakan firman:<br />
&#8220;Ingatlah ketika kami menjadikan Ka&#8217;bah sebagai tempat perhimpunan dan keamanan bagi manusia.&#8221; (Aa-Baqarah: 125)</p>
<p>Kapankah firman ini terwujud di muka bumi? Sehingga kaum muslimin tidak mencari perlindungan ke tempat lain, ke Amerika dan PBB. Apakah Ka&#8217;bah hanya menjadi kiblat ibadah ritual? Mengapa di zaman<br />
Nabi Ibrahim (as) dan Rasulullah saw,  selain menjadi kiblat ritual Ka&#8217;bah memiliki peranan dalam kehidupan manusia sebagai pusat keamanan? Bukankah yang semestinya Ka&#8217;bah berfungsi sebagaimana yang dinyatakan oleh Allah swt, dan telah diwujudkan oleh Nabi Ibrahim (as) dan Rasulullah saw? Dimanakah ruh Ka&#8217;bah Ibrahim dan Rasulullah saw?</p>
<p>Allah swt berfirman:</p>
<p>&#8220;Terhadap Allah, bagi manusia wajib melakukan haji, yaitu orang-orang  yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya  dari alam semesta.&#8221; (Ali Imran: 97)</p>
<p>Allah swt memerintahkan haji kepada manusia yang memiliki kemampuan. Bukan hanya kemampuan materi, tetapi juga mental. Karena haji merupakan puncak ibadah. Tujuannya mencakup tujuan semua ibadah. Sudahkah kita telah memenuhi syarat untuk melaksanakan haji? Sudah layakkah kita menjadi tamu Allah Yang Maha suci? Pesan apakah yang kita terima dari-Nya selama menjadi tamu-Nya, dan sudahkah kita wujudkan?</p>
<p>Haji bukan hanya ibadah ritual, yang hanya menghitung pahala dan keuntungan pribadi. Haji harus dapat merubah kehidupan manusia. Dari kegelapan pada cahaya, dari kerakusan pada kesucian, dari kezaliman pada keadilan, dari kejahilan pada kebijaksanaan, dari penindasan pada kasih-sayang. Sudahkah kita meluruskan niat dan memahami tujuan haji? Sudahkah mewujudkan pesan-pesan Ilahi selama menjadi tamu Allah Yang Maha Agung? </p>
<p>Hendaknya kita sadari bahwa setiap ritual ibadah yang dilakukan selama haji, semua itu menjadi makhluk-makhluk yang akan menjadi saksi-saksi di Mahkamah Ilahi. Apakah kita sudah atau belum<br />
mewujudkan pesan-pesan suci selama menjadi tamu Ilahi, yang merupakan tujuan ibadah haji, yang sejalan dengan missi Rasulullah saw kekasih Ilahi: Rahmatan lil-`alamin.</p>
<p>Bagi Anda yang ingin eBooks tentang Adab2 haji dan doa-doa haji, serta Amalan praktis dan doa-doa pilihan keseharian, kunjungi:<br />
http://shalatdoa.blogspot.com<br />
http://groups.google.com/group/keluarga-bahagia<br />
http://groups.yahoo.com/group/Shalat-Doa</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/prasetyosiak.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/prasetyosiak.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/prasetyosiak.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/prasetyosiak.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/prasetyosiak.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/prasetyosiak.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/prasetyosiak.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/prasetyosiak.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/prasetyosiak.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/prasetyosiak.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/prasetyosiak.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/prasetyosiak.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/prasetyosiak.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/prasetyosiak.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=prasetyosiak.wordpress.com&amp;blog=4371021&amp;post=55&amp;subd=prasetyosiak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://prasetyosiak.wordpress.com/2008/11/09/kiat-kiat-memaknai-haji-ke-dalam-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">prasetyosiak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://prasetyosiak.files.wordpress.com/2008/11/makkah1.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">makkah1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aliran dan Aqidah &#8220;Sesat&#8221;</title>
		<link>http://prasetyosiak.wordpress.com/2008/09/09/aliran-dan-aqidah-sesat/</link>
		<comments>http://prasetyosiak.wordpress.com/2008/09/09/aliran-dan-aqidah-sesat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 09:56:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prasetyosiak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prasetyosiak.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Judul buku : Al-Bahaiyyah ( Naqd Wa Tahlil ) Penulis : Al-Syaikh Ihsan Ilahy Zhahir Penerbit : Dar Al-Imam Al-Mujaddid, Cairo &#8211; Mesir Tebal : 352 Halaman Islam adalah agama rahmah lil&#8217;alamin. Ia merupakan agama samawi terakhir yang diturunkan oleh Dzat yang Maha Pencipta, yang Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Ia adalah penyempurna agama-agama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=prasetyosiak.wordpress.com&amp;blog=4371021&amp;post=46&amp;subd=prasetyosiak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://prasetyosiak.files.wordpress.com/2008/09/ggjgh1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-50" style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" title="ggjgh1" src="http://prasetyosiak.files.wordpress.com/2008/09/ggjgh1.jpg?w=72&#038;h=96" border="0" alt="" width="72" height="96" /></a><br />
<strong>Judul buku : Al-Bahaiyyah ( Naqd Wa Tahlil )<br />
Penulis      : Al-Syaikh Ihsan Ilahy Zhahir<br />
Penerbit    : Dar Al-Imam Al-Mujaddid, Cairo &#8211; Mesir<br />
Tebal        : 352 Halaman</strong></p>
<p>Islam adalah agama rahmah lil&#8217;alamin. Ia merupakan agama samawi terakhir yang diturunkan oleh Dzat yang Maha Pencipta, yang Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Ia adalah penyempurna agama-agama samawi sebelumnya. Dan tidak ada agama samawi baru yang akan turun sesudah Islam. Akankah anggapan bahwa Islam adalah agama yang benar dan penyempurna agama-agama samawi sebelumnya diakui legalitasnya oleh semua orang? Ternyata tidak, terbukti dengan munculnya aliran-aliran baru yang tidak mengakui Islam sebagai agama terakhir dan sekaligus memerangi Islam. Lantas bagaimanakah sikap umat Islam dengan aliran-aliran baru yang muncul merongrong dan memerangi Islam? Dan apakah sebab yang melatar belakangi munculnya aliran-aliran ini?  Memang sangat menarik untuk di kaji.<br />
Sungguh umat Islam menghadapi tantangan yang sangat hebat &#8211; baik  intern maupun ekstren &#8211; karena kebanyakan aliran-aliran baru  muncul dari tubuh Islam dan menyerang Islam. Dan mereka juga mendapat dukungan dari golongan yang anti dengan Islam. Bahiyyah misalnya, aliran yang pernah muncul dan berkembang serta difatwakan sebagai aliran sesat dan menyesatkan  ternyata kemunculannya diboncengi oleh zionis  imperialis.<br />
Menurut ahli sejarah, bahwa Zionis berusaha untuk mendirikan Negara bagi kaumnya sejak abad ke-19. Berbagai cara dan usaha dilakukan untuk merealisasikan tujuan ini. Zionis mengannggap bahwa Islam adalah musuh utama yang selalu menghalangi. Oleh sebab itu ia berusaha untuk menghancurkan Islam dengan segala cara. Ketika  faham Al-Mahdi berkembang di Iran dan negara lainnya, maka ia memusatkan perhatiannya ke Iran dan mengangkat Ali Muhammad Syairazi sebagai Al-Imam Al-Mahdi Al-Muntazar yang datang untuk menghapus syari&#8217;at Islam. Dan pada tahun 1260 H atau 1844 M  Ali Muhammad Syairazi mendirikan gerakan keagamaan baru yang disebut dengan Babiyah dan memproklamirkan diri sebagai  Al-Bab, atau satu-satunya pintu menuju hakikat ketuhanan.</p>
<p><span id="more-46"></span></p>
<p>Setelah gerakan Babiyah mengalami kegagalan dan Ali Muhammad Syairazi divonis mati oleh para ulama, maka Zionis merencanakan langkah selanjutnya, yaitu mengangkat Husain Ali, muridnya Ali Muhammad Syairazi sebagai Bahaullah dan sekaligus mengganti gerakan ini menjadi gerakan Bahiyyah.<br />
Al-Syaikh Ihsan Ilahy Zhahir (1360 H – 1407 H ) salah seorang ulama asal Pakistan yang mengibarkan bendera perang untuk memerangi aliran-aliran sesat dan memberantas penyimpangan-penyimpangan dalam islam. Dalam Bukunya &#8221; Al-Bahiyah ( Naqd Wa Tahliil ), ia menganalisa dan mengkritisi aliran Bahiyyah secara rinci dan detail dengan bahasa yang mudah dicerna. Metodologi analisis yang digunakan adalah bahwa ia tidak mengambil sumber selain dari buku-buku dan risalah penting aliran ini, dan tetap menjaga diri sebagai seorang penganalisis dan pembahas – layaknya seorang dewan juri &#8211; serta tidak mengurangi rasa hormat terhadap aliran ini. inilah, yang mungkin menjadikan karya-karyanya – dalam kritik analisis aliran-aliran sesat yang pernah eksis dan berkembang –  menjadi lebih istimewa dibanding dengan karya lainnya.<br />
Dalam bukunya ini, ia mencoba memberikan informasi yang akurat tentang semua yang berhubungan dengan aliran Bahiyyah. Didalamnya dikupas secara rinci tentang Siapa dan apa itu bahiyah? sejarah berdiri dan terbentuknya aliran ini, bagaimana aqidah dan syari&#8217;at mereka? Siapakah yang mendalangi terbentuknya aliran ini?  hubungan meraka dengan zionis dunia, Apa saja faktor-faktor yang mendukung berkembangnya aliran ini? Bagaimana sikap mereka terhadap islam? Dan lain sebagainya.<br />
Menurut Al-Syaikh Ihsan Ilahy Zhahir aliran bahiyah adalah aliran yang menyimpang dari ajaran islam dan melakukan penyelewengan aqidah dan syari&#8217;at. Disamping itu ia menjalin kerja sama dengan Zionisme dan Imperialis Yahudi, Rusia, Amerika dan Inggris dalam memerangi islam dan Negara islam.<br />
Pusat pergerakan aliran ini adalah Iran, kemudian menyebar ke Turki, Mesir dan Negara islam lainnya. Pada tahun 1955 pemerintah Iran berhasil menyingkap gerakan ini dan dinyatakan sebagai gerakan illegal (tidak resmi) dan pada tahun 1959  pemerintahan Turki berhasil membongkar gerakan ini. sedangkan di Mesir gerakan ini baru terungkap oleh pemerintah Mesir pada tahun 2001 M dan menjebloskan oknum-oknumnya ke penjara. Sedang Universitas Al-Azhar mengeluarkan statemen tentang rusaknya aqidah mereka.<br />
Menurut Dr. Al-Husainy Hasyim – wakil Al-Azhar Al-syarif – bahwa awal kesalahan Bikar – salah satu pemimpin Bahiyyah – ia berkata: &#8221; Bahiyyah adalah agama seperti agama islam, Kristen, yahudi dan semua agama-agama lain, bahkan bahiyyah mencakup seluruh agama tersebut.&#8221;<br />
Aliran Bahiyyah bukanlah aliran baru yang baru muncul kepermukaan. Ia adalah penerus estapet perjuangan gerakan Babiyah. Dan tidak semua orang mengetahui aliran ini, karena pergerakan mereka sangat tertutup dan rahasia. Aliran ini tidak meyakini islam sebagai agama samawi terakhir dan mengklaim kitab Al- Aqdas sebagai penghapus segala hukum samawi, termasuk Al-Quran. Menurut mereka, agama Bahiyyah menghapus syariat Muhammad dan mengingkari status Nabi Muhammad sebagai Nabi yang terakhir.<br />
Pada hakekatnya, semua gerakan yang bertujuan untuk menghancurkan islam dan aqidah islamiyah dari dulu sampai sekarang merupakan program utama zionis dan imperialisme yahudi. Berbagai cara dan usaha dilakukan untuk merealisaikan tujuan ini. Salah satunya adalah mereka menjalin kerjasama baik dengan aliran-aliran yang menyimpang dari ajaran islam dan memberikan dukungan penuh.<br />
Munculnya aliran Bahiyyah merupakan tantangan bagi umat islam, karena ia merupakan sarana bagi zionis imperialis dan Yahudi dalam merealisasikan tujuan mereka untuk menghancurkan agama dan menguasai seluruh bangsa. Secara khusus aliran ini menyerang islam dan menyelusupkan faham atheisme, sekularisme dan liberalisme. Mereka juga melakukan perekayasaan, penyimpangan dan pnyelewengan aqidah dan syari&#8217;at. Tujuannya adalah untuk menanamkan dan menumbuhkan keragu-raguan serta perpecahan dalam tubuh umat islam.<br />
Namun – dengan pertolongan Allah SWT – umat islam mampu membendung perkembangan aliran Bahiyyah ini. walaupun aliran ini sudah tidak berkembang – untuk tidak dikatakan punah – namun tidak menutup kemungkinan akan muncul aliran Bahiyah baru dengan nama yang berbeda dan aqidah yang sama. Seperti, munculnya Aliran Qiyadah, KerajaanTuhan (Eden) dan Al-Haq di Indonesia yang difatwakan sebagai aliran sesat oleh MUI Indonesia karena mempunayai aqidah dan faham yang sama dengan aliran Bahiyyah. Ini merupakan bukti bahwa aliran-aliran yang berusaha menghancurkan islam dan aqidah islmaiyah selalu bangkit dari kegagalannya dengan nama baru agar tidak diketahui identitasnya. Namun, aqidah dan tujuan mereka tetap  sama, karena kemunculannya tidak terlepas dari dukungan serta andil zionis dan imperialis dengan fahamnya; Sekularisme, Atheisme, dan Liberalisme.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/prasetyosiak.wordpress.com/46/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/prasetyosiak.wordpress.com/46/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/prasetyosiak.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/prasetyosiak.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/prasetyosiak.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/prasetyosiak.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/prasetyosiak.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/prasetyosiak.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/prasetyosiak.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/prasetyosiak.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/prasetyosiak.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/prasetyosiak.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/prasetyosiak.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/prasetyosiak.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/prasetyosiak.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/prasetyosiak.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=prasetyosiak.wordpress.com&amp;blog=4371021&amp;post=46&amp;subd=prasetyosiak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://prasetyosiak.wordpress.com/2008/09/09/aliran-dan-aqidah-sesat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">prasetyosiak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://prasetyosiak.files.wordpress.com/2008/09/ggjgh1.jpg?w=72" medium="image">
			<media:title type="html">ggjgh1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEJARAH ISLAM DI MESIR</title>
		<link>http://prasetyosiak.wordpress.com/2008/08/27/sejarah-islam-di-mesir/</link>
		<comments>http://prasetyosiak.wordpress.com/2008/08/27/sejarah-islam-di-mesir/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 07:47:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prasetyosiak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prasetyosiak.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Kairo (969-1517) Islam menyentuh wilayah Mesir pada 628 Masehi. Ketika itu Rasulullah mengirim surat pada Gubernur Mukaukis -yang berada di bawah kekuasaan Romawi-mengajak masuk Islam. Rasul bahkan menikahi gadis Mesir, Maria. Pada 639 Masehi, ketika Islam di bawah kepemimpinan Umar bin Khattab, 3000 pasukan Amru bin Ash memasuki Mesir dan kemudian diperkuat pasukan Zubair bin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=prasetyosiak.wordpress.com&amp;blog=4371021&amp;post=42&amp;subd=prasetyosiak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://prasetyosiak.files.wordpress.com/2008/08/kolah-231.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-44" style="float:center;margin:0 10px 10px 0;" src="http://prasetyosiak.files.wordpress.com/2008/08/kolah-231.jpg?w=497" border="0" alt=""   /></a><br />
Kairo<br />
(969-1517)<br />
Islam menyentuh wilayah Mesir pada 628 Masehi. Ketika itu Rasulullah mengirim surat pada Gubernur Mukaukis -yang berada di bawah kekuasaan Romawi-mengajak masuk Islam. Rasul bahkan menikahi gadis Mesir, Maria.<br />
Pada 639 Masehi, ketika Islam di bawah kepemimpinan Umar bin Khattab, 3000 pasukan Amru bin Ash memasuki Mesir dan kemudian diperkuat pasukan Zubair bin Awwam berkekuatan 4000 orang. Mukaukis didukung gereja Kopti menandatangani perjanjian damai. Sejak itu, Mesir menjadi wilayah kekuasaan pihak Islam. Di masa kekuasaan Keluarga Umayah, dan kemudian Abbasiyah, Mesir menjadi salah satu provinsi seperti semula.<br />
Mesir baru menjadi pusat kekuasaan -dan juga peradaban Muslim-baru pada akhir Abad 10. Muiz Lidinillah membelot dari kekuasaan Abbasiyah di Baghdad, untuk membangun kekhalifahan sendiri yang berpaham Syi&#8217;ah. Ia menamai kekhalifahan itu Fathimiah -dari nama putri Rasul yang menurunkan para pemimpin Syi&#8217;ah, Fatimah. Pada masa kekuasaannya (953-975), Muiz menugasi panglima perangnya, Jawhar al-Siqili, untuk membangun ibu kota .<br />
Di dataran tepi Sungai Nil itu kota Kairo dibangun. Khalifah Muiz membangun Masjid Besar Al-Azhar (dari &#8220;Al-Zahra&#8221;, nama panggilan Fatimah) yang dirampungkan pada 17 Ramadhan 359 Hijriah, 970 Masehi. Inilah yang kemudian bekembang menjadi Universitas Al-Azhar sekarang, yang juga merupakan universitas tertua di dunia saat ini.<br />
Muiz dan para penggantinya, Aziz Billah (975-996) dan Hakim Biamrillah (996-1021) sangat tertarik pada ilmu pengetahuan. Peradaban berkembang pesat. Kecemerlangan kota Kairo -baik dalam fisik maupun kehidupn sosialnya-mulai menyaingi Baghdad. Khalifah Hakim juga mendirikan pusat ilmu Bait al-Hikam yang mengoleksi ribuan buku sebagaimana di Baghdad.<br />
Di masa tersebut, Ibnu Yunus (wafat 1009) menemukan sistem pendulum pengukur waktu yang menjadi dasar arloji mekanik saat ini. Lalu Hasan ibn Haitham menemukan penjelasan fenomena &#8220;melihat&#8221;. Sebelum itu, orang-orang meyakini bahwa orang dapat melihat sesuatu karena adanya pancaran sinar dari mata menuju obyek yang dilihat. Ibnu Haytham menemukan bahwa pancaran sinar itu bukanlah dari mata ke benda tersebut, melainkan sebaliknya. Dari benda ke mata.<br />
Gangguan politik terus-menerus dari wilayah sekitarnya menjadikan wibawa Fathimiyah merosot. Pada 564 Hijriah atau 1167 Masehi, Salahuddin Al-Ayyubi mengambil alih kekuasaan Fathimiyah. Tokoh Kurdi yang juga pahlawan Perang Salib tersebut membangun Dinasti Ayyubiyah, yang berdiri disamping Abbasiyah di Baghdad yang semakin lemah</p>
<p><span id="more-42"></span></p>
<p>Salahuddin tidak menghancurkan Kairo yang dibangun Fathimiyah. Ia malah melanjutkannya sama antusiasnya. Ia hanya mengubah paham keagamaan negara dari Syiah menjadi Sunni. Sekolah, masjid, rumah sakit, sarana rehabilitasi penderita sakit jiwa, dan banyak fasilitas sosial lainnya dibangun. Pada 1250 -delapan tahun sebelum Baghdad diratakan dengan tanah oleh Hulagu-kekuasaan diambil alih oleh kalangan keturunan Turki, pegawai Istana keturunan para budak (Mamluk).<br />
Di Istana, saat itu terjadi persaingan antara militer asal Turki dan Kurdi. Sultan yang baru naik, Turansyah, dianggap terlalu dekat Kurdi. Tokoh militer Turki, Aybak bersekongkol dengan ibu tiri Turansyah, Syajarah. Turansyah dibunuh. Aybak dan Syajarah menikah. Namun Aybak juga membunuh Syajarah, dan kemudian Musa, keturunan Ayyubiyah, yang sempat diangkatnya.<br />
Di saat Aybak menyebar teror itu, tokoh berpengaruh Mamluk bernama Baybars mengasingkan diri ke Syria. Ia baru balik ke Mesir, setelah Aybak wafat dan Ali -anak Aybak-mengundurkan diri untuk digantikan Qutuz. Qutuz dan Baibars bertempur bersama untuk menahan laju penghancuran total oleh pasukan Hulagu. Di Ain Jalut, Palestina, pada 13 September 1260 mereka berhasil mengalahkan pasukan Mongol itu. Baybars (1260-1277) yang dianggap menjadi peletak pondasi Dinasti Mamluk yang sesungguhnya. Ia mengangkat keturunan Abbasiyah -yang telah dihancurkan Hulagu di Baghdad-untuk menjadi khalifah. Ia merenovasi masjid dan universitas Al-Azhar. Kairo dijadikannya sebagai pusat peradaban dunia. Ibnu Batutah yang berkunjung ke Mesir sekitar 1326 tak henti mengagumi Kairo yang waktu itu berpenduduk sekitar 500-600 ribu jiwa atau 15 kali lebih banyak dibanding London di saat yang sama.<br />
Ibnu Batutah tak hanya mengagumi &#8216;rihlah&#8217;, tempat studi keagamaan yang ada hampir di setiap masjid. Ia terpesona pada pusat layanan kesehatan yang sangat rapi dan &#8220;gratis&#8221;. Sedangkan Ibnu Khaldun menyebut: &#8220;mengenai dinasti-dinasti di zaman kita, yang paling besar adalah orang-orang Turki yang ada di Mesir.&#8221;<br />
Pusat peradaban ini nyaris hancur di saat petualang barbar Timur Lenk melakukan invasi ke Barat. Namun Sultan Barquq berhasil menahan laju pasukan Mongol tersebut. Dengan demikian Mamluk merupakan pusat kekuasaan yang duakali mampu mengalahkan tentara Mongol.<br />
Pada ujung abad 15, perekonomian di Mesir menurun. Para pedagang Eropa melalui Laut Tengah tak lagi harus tergantung pada Mesir untuk dapat berdagang ke Asia. Pada 1498, mereka &#8220;menemukan&#8221; Tanjung Harapan di Afrika Selatan sebagai pintu perdagangan laut ke Asia. Pada 1517, Kesultanan Usmani di Turki menyerbu Kairo dan mengakhiri sejarah 47 sultan di Dinasti Mamluk tersebut.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/prasetyosiak.wordpress.com/42/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/prasetyosiak.wordpress.com/42/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/prasetyosiak.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/prasetyosiak.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/prasetyosiak.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/prasetyosiak.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/prasetyosiak.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/prasetyosiak.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/prasetyosiak.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/prasetyosiak.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/prasetyosiak.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/prasetyosiak.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/prasetyosiak.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/prasetyosiak.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/prasetyosiak.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/prasetyosiak.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=prasetyosiak.wordpress.com&amp;blog=4371021&amp;post=42&amp;subd=prasetyosiak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://prasetyosiak.wordpress.com/2008/08/27/sejarah-islam-di-mesir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">prasetyosiak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://prasetyosiak.files.wordpress.com/2008/08/kolah-231.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>SANG PEMILIK LAMPU 2</title>
		<link>http://prasetyosiak.wordpress.com/2008/08/18/sang-pemilik-lampu-2/</link>
		<comments>http://prasetyosiak.wordpress.com/2008/08/18/sang-pemilik-lampu-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Aug 2008 07:31:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prasetyosiak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prasetyosiak.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Pintu kamar tidak ada khordennya, dan fatimahpun berbaring di atas tempat tidurnya orang miskin. Pemuda itu duduk diatas dipan diberanda luar, di depannya ada sebuah meja belajar kecil. Diatasnya ada sebuah lampu teplok , kemudian segelas air dan beberapa majalah islam. kemudian ia berdiri dan berwudu&#8217; lalu melakukan sholat dua rakaat. Setelah itu, ia membuka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=prasetyosiak.wordpress.com&amp;blog=4371021&amp;post=33&amp;subd=prasetyosiak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://prasetyosiak.files.wordpress.com/2008/08/images1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-37" style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://prasetyosiak.files.wordpress.com/2008/08/images1.jpg?w=93&#038;h=114" border="0" alt="" width="93" height="114" /></a>Pintu kamar tidak ada khordennya, dan fatimahpun berbaring di atas tempat tidurnya orang miskin.<br />
Pemuda itu duduk diatas dipan diberanda luar, di depannya ada sebuah meja belajar kecil. Diatasnya ada sebuah lampu teplok , kemudian segelas air dan beberapa majalah islam. kemudian ia berdiri dan berwudu&#8217; lalu melakukan sholat dua rakaat. Setelah itu, ia membuka Al-quran dan membaca surat yusuf. Lalu  ia berhenti pada firman Allah ( dan perempuan yang dia (yusuf) tinggal di rumahnya menggoda dirinya)<br />
Kemudian ia berhenti membaca. Lalu meletakka Al-qurannya diatas meja. Ia kembali duduk diatas ranjang. Ia memejamkan matanya, di benaknya terbayang kisah nabi yusuf dan putri raja.<br />
Ia berkata dalam hati &#8221; kalau seandainya Nabi yususf terjaga kesuciannya, bertaqwa, serta bersih mengapa tidak? Karna sesungguhnya dia adalah seorang Nabi dan anak seorang Nabi. Hingga kenabiannya tidak akan dikalahkan oleh wujudnya.<br />
Ia mengambil nafas dalm-dalam. Hingga ia berkata dalam hati :&#8221; tetapi sang putrilah yang membuat jiwanya mati, keinginannnya melencong, serta perangainya yang jelek.  Kemudian ia meluruskan duduknya dan membuang jauh-jauh semua hayalannya.<br />
Lalu ia berkata dengan suara lirih, aku harus menikah agar terpelihara darinya. Ibuku selalu berpesan: &#8221; apa yang dilakukan seseorang yang tidak mampu menikah, tetapi dia menginginkannya.? Maka hendaknya berpuasalah. Sebagaimana sabda rosulullah. Saw.</p>
<p><span id="more-33"></span></p>
<p>Setelah  beberapa saat dia diam, lalu dadanya turun naik, kemudian ia berhenti dan duduk. Ia merasakan ada gerakan yang kencang yang mengalir dalam dirinya. Tubuhnya mengejang seolah olah ada sesuatu yang memegangnya. Keringatnya bercucuran. Ia merasakan  sebuah api telah keluar dari wajahnya.<br />
Ia lari dari dari tabi&#8217;atnya, dan akalnya telah terbang. Kemudian ia berkata dengan suara kedengaran sementara ia tidak menyadari dengan suaranya. &#8221; aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk. Allah akan melaknatmu wahai syaitan. Engkau telah mnghiasi segala sesuatunya bukan pada hakekatnya. Semoga Allah akan memusnahkanmu….. dia itu adalah tamuku dan dia ada dalam penjagaannku.&#8221;<br />
Suara pemuda itu terdengar oleh fatimah. Fatimah lalu bangkit dari tempat tidurnya. Kemudian  ia menangis, dan berkata dalam hatinya, &#8221; ini semua dikarenakan aku pergi tanpa persetujuan ayah. Akan tetapi aku tidak akan mengulanginya lagi slamanya setelah hari ini. ini  semua ganjaran dari Allah…<br />
&#8220;Wahai Allah, aku bermohon kepadamu dari kebenaran kitabMu, rosulu-rosulmu, dan orang-orang mu&#8217;min. untuk mengembalikanku kepada ayah dengan selamat. Ya..Allah bebaskan kami dari belenggu syaitan.<br />
&#8221; kembali kepada petunjukmu Umar…&#8221; Fatimah mencoba berkata kepada pemuda itu dari dalam hati.<br />
Pemuda itu mengulurkan tangannya untuk mengambil segelas air, untuk memadamkan api yang menyala di dalam tubuhnya. Tangannya salah pegang. Ia memeganng lampu kaca. Dan tangannya terbakar. Ia terkejut dan berkata &#8221; Astagfirullah, Allah mengingatkanku dengan api neraka. Inilah api yang telah membakarku. Lantas bagaimana rasanya dengan api neraka jahannam..? Ampunilah dosaku ya Allah, ampunilah dosaku. Ia menangis dengan suara yang kedengaran.<br />
&#8220;fatimah ikut menangis, air matanya meleleh di pipinya. &#8220;alhamdulillah, hatinya sudah merasa tenang. Ya Allah, selamatkanlah kami dari perbuatan syaitan.<br />
Pemuda itu bangkit sambil terus  menangis… lalu ia berwudhu dan sholat dengan suara lirih.<br />
Sementara fatimah kembali ketempat tidurnya. Dan meneruskan tidurnya sejenak. Dan ia bangkit setelah di panggil oleh pemuda itu..<br />
&#8221; waktunya solat subuh saudariku…&#8221;Dia tidak tau kalu fatimah mendengar igauannya.<br />
Sinar mentari mulai memancarkan cahayanya. Dan suara lolongan srigalapun mulai menghilang. Yang ada hanya suara kicauan burung yang riang menyambut pagi hari.</p>
<p>Setelah matahari sudah mulai terang, pemuda itru telahmempersiapkan makanan di meja danmempersilahkan fatimah. &#8220;Janagan kaget, karma makan malamku, seperti sarapan pagiku, juga seperti makan siangku&#8221; pemuda itu berkata sambil tersenyum..<br />
&#8221; Makannannya hanya satu macam. Roti, keju, dan beberapa telor&#8221;.<br />
&#8221; ini adalah nikmat dari Allah.&#8221;…. Fatimahmembalas senytuman pemuda tersebut.</p>
<p>**********</p>
<p>&#8221; bagaimana keadaan bibikmu.?<br />
&#8221; aku belum pergi kesana ayah.<br />
&#8221; lalu kemana saja kamu.?&#8221;<br />
&#8221; ke desa hamul di manufiah..<br />
&#8221; apa yang telah terjadi..?<br />
Lalu fatimah menceritakan apa yang telah terjadi padanya. Ayahnya tersenyum. Dan berkata pada dirinya  &#8221; jadi dia?&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
&#8221; apa yang engkau katakan ayah?<br />
&#8221; tidak apa-apa&#8221;<br />
&#8220;fatimah mau ganti baju dan istirahat . capek dari perjalanan.<br />
&#8221; ngga&#8217;…… ayo kita pergi&#8221;<br />
&#8220;kemana ayah..?<br />
Kedesa hamul..<br />
&#8221; ngapain ..?<br />
&#8221; kamu nanti akan tau&#8221;</p>
<p>***</p>
<p>&#8221; ini dia rumahnya ayah&#8221;……….<br />
&#8221; ketuklah pintunya&#8221;<br />
&#8220;siapa yang mengetuk pintu?<br />
&#8221; saya fatimah&#8221;<br />
Pemuda itu membuka pintu dan berkata..&#8221; apa yang telah terjadi padamu..?<br />
Ia melihat ayah fatimah dan bertanya&#8221; dan siapakah ini..?<br />
&#8220;ini ayah fatimah&#8221;<br />
Umar sedikit bingung. Ia berkata dalam hati &#8221; apakah aku telah berbuat salah tanpa ku sadari..?<br />
Lalu ketiganya masuk dan duduk diatas dipan. Ibunya keluar dan menyalami tamu. Dari wajah dan pakaiannya terpancar kesolehan dan ketakwaannya.<br />
Ayah fatimah menyodorkan map besar.<br />
&#8221; ini adalah nasib kamu anakkku. Imbalan dari ketaqwaanmu.<br />
&#8221; aku tidak melakukan sesuatu kecuali itu adalah kewajibanku. Karna agamaku memerintahkkanku seperti itu. Dan aku tidak mengambil imbalan dari kewajiba itu.&#8221;<br />
&#8221; Allah telah berfirman.. barang siapa bertaqwa kepada Allah, niscaya dia akan membukakan jalan keluarnya, dan dia memberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka&#8221;( attalaq:2)<br />
Ini ada sejumlah uang. Ketika berniat ingin menginfaqkannya, aku melihat dalm tidurku. Karma tanganku telah terasa terbelenggu untuk  untuk memberikannya kepada yang ingin akuinfaqkan. Dalm tidurku Aku mendengar suara memanggilku. &#8220;Sesungguhnya itu adalah kepunyaan sang pemilik lampu..<br />
&#8221; ini adalah rizki yang diberikan oleh Allah&#8221;…..<br />
&#8221; dan aku tidak mempunya seorang anak laki-laki. Maka aku ingin mengambilmu sebagai anak laki-lakiku.<br />
Pemuda itu memandang kearah ibunya ……… airmatanya jatuh ….. ia menagis lalu sujud kepada Allah.</p>
<p><em>Zahro&#8217; penghujung musim dingin 2005</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/prasetyosiak.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/prasetyosiak.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/prasetyosiak.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/prasetyosiak.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/prasetyosiak.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/prasetyosiak.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/prasetyosiak.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/prasetyosiak.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/prasetyosiak.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/prasetyosiak.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/prasetyosiak.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/prasetyosiak.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/prasetyosiak.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/prasetyosiak.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/prasetyosiak.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/prasetyosiak.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=prasetyosiak.wordpress.com&amp;blog=4371021&amp;post=33&amp;subd=prasetyosiak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://prasetyosiak.wordpress.com/2008/08/18/sang-pemilik-lampu-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">prasetyosiak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://prasetyosiak.files.wordpress.com/2008/08/images1.jpg?w=93" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>SANG PEMILIK LAMPU 1</title>
		<link>http://prasetyosiak.wordpress.com/2008/08/18/sang-pemilik-lampu-1/</link>
		<comments>http://prasetyosiak.wordpress.com/2008/08/18/sang-pemilik-lampu-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Aug 2008 07:29:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prasetyosiak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prasetyosiak.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Aku duduk ….. merenung di taman depan rumahku. &#8220;sungguh tidak pernah melihat engkau goyah di luar kebiasaanmu wahai fatimah..?&#8221; ia berkata pada dirinya. Lalu ia sedikit melangkah… kemudian berkata kepadanya. &#8220;Ingatlah Al-quran fatimah, lalu ia membuka mushaf yang mulia.&#8221; dia menyimak surat Muhammad lalu ia baca hingga ia sampai pada firman Allah &#8221; maka apakah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=prasetyosiak.wordpress.com&amp;blog=4371021&amp;post=30&amp;subd=prasetyosiak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://prasetyosiak.files.wordpress.com/2008/08/images.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-31" style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://prasetyosiak.files.wordpress.com/2008/08/images.jpg?w=93&#038;h=114" border="0" alt="" width="93" height="114" /></a><br />
Aku duduk ….. merenung di taman depan rumahku.<br />
&#8220;sungguh  tidak pernah melihat  engkau goyah di luar kebiasaanmu wahai fatimah..?&#8221; ia berkata pada dirinya. Lalu ia sedikit melangkah… kemudian berkata kepadanya.<br />
&#8220;Ingatlah Al-quran fatimah, lalu ia membuka mushaf yang mulia.&#8221;<br />
dia menyimak surat Muhammad lalu ia baca hingga ia sampai pada firman Allah &#8221; maka apakah sekiranya kamu berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?&#8221;   matanya mencucurkan airmata dengan deras. Ayahnya menyaksikan linangan airmata di kedua pipinya. Ia tidak ingin mengeruhkan kejernihan linangan airmata yang deras itu, ia membiarkannya untuk mencurahkan perasaan dan penyebab yang menimpanya, ia duduk sambil berkata pada dirinya :<br />
&#8221; apa yang menyebabkan engkau menangis berkepanjangan ini&#8221; ? kenapa perasaan ini mendesakku untuk melihat bibiku..? terakhir kali  mengunjunginya  sudah lebih dari tiga tahun yang lalu. Apakah dia sekarang dalam bahaya dan membutuhkanku berada di sampingnya..? atau apakah dia sudah tiada tetapi kami tidak mengetahuinya..?<br />
&#8221; ah… bibi, orang yang memiliki kecerdasan setelah &#8220;ibu&#8221;,<br />
setelah ia selesai makan siang. ia bangkit dan merapikan pakaiannya lalu bergegas menemui ayahnya.<br />
&#8221; ayah, aku ingin pamit untuk pergi kerumah bibi…&#8221;<br />
&#8221; sekarang fatimah? Kamu sudah terlambat anakku. Kamu kan tau, bukan mudah untuk sampai di desa hamul di propinsi manufiah. Kamu harus berjalan setelah desa itu dan melewati persawahan yang besar diantara tanaman dan perkebunan…..&#8221;<br />
Ia berkata sambil tetap menangis,<br />
&#8221; aku mengerti itu ayah, tapi aku tidak tahu apa yang mesti aku lakukan. apapun yang terjadi, aku harus pergi menemui bibi.&#8221;<br />
&#8221; ayah sebenarnya tidak setuju anakku, tetapi juga tidak bisa melarangmu. Ambillah uang ini siapa tau kau akan membutuhkannya.&#8217;</p>
<p><span id="more-30"></span></p>
<p>Fatimah tiba di desa itu setelah sholat isya. Lalu mengayunkan kaki beberapa langkah. Ia menyaksikan begitu banyak perubahan yang ia saksikan setelah ia berkunjung terakhir kalinya. Banyak sekali perumahan-perumahan baru, tempat-tempat penjualan sayur, apotik, dan klinik serta bangunan bangunan lain.<br />
	Ia ragu dengan jalan yang ia tempuh saat itu. Apalagi dia sudah meninggalkan desa sekitar tiga kilometer. Ia berkata dalam hati :<br />
&#8221; apakah ini jalan menuju tepian daratan timur kampung hamul  tempat bibiku..?&#8221; aku rasa ini bukan..&#8221; ah………….<br />
&#8221; ya, aku ingat. Ini benar jalannya………..&#8221;<br />
Ia lalu membaca ayat kursi dan muawizzatain serta bertawakkal kepada Allah.<br />
&#8220;bukan, bukan ini jalanya fatimah&#8221;. Ia bergumam dalam hati. Sementara udara sangat dingin sekali, dan malam seperti mencelak mata.<br />
Bulanpun melepaskan pandangan dari tidurnya, cahayanya menerangi segala sesuatu yang ada di jalan. Menaburkan lolongan serigala di sekelilingnya. Juga bunyian bunyian aneh yang datang dari berbagai suara. Rasa takut mulai menyelimuti dirinya. Ia menangis lalu berhenti.<br />
&#8221; apa yang aku lihat , sepertinya sebuah rumah. Mudah-mudahan ada seseorang untuk bertanya, atau untuk minta&#8217; tolong kepadanya.<br />
Lalu ia bergegas melangkah menuju bangunan itu. Sesungguhnya itu adalah dua bangunan rumah. Ia berdiri tepat di depan kedua daun pintu,  ia bingung mana yang harus di ketuk, keduaduanya gelap gulita, tidak ada suara juga cahaya.<br />
Ia memilih mengetuk yang di sebelah kanan. Lalu ia mengulanginya lagi.<br />
Dari ketukan itu, datang suara dari kejauhan. Hatinya aga&#8217; sedikit lega<br />
Pintu telah terbuka, ia mendapati seorang pemuda dengan membawa lampu teplok di tangannya. Diwajahnya tampak bekas sujud. Hatinya bertambah tenang. Lalu ia bertanya kepadanya :<br />
&#8221; apakah ini jalan menuju tepi kampung sebelah barat?&#8221;<br />
dia menjawab sertengah terkejut, &#8221; kamu sudah salah jalan. Seharusnya kamu melewati jalan yang berlawanan.<br />
Ia seperti hilang kekuatan, kakinya kaku,seolah olah telah terkubur di bumi, tangannya gemetar, ia mendengar lolongan anjing yang amat panjang  dari sebuah kebun tebu yang lebat.<br />
Pemuda itu melihat keraguan di wajah fatimah, segera berkata : &#8221; silahkan masuk&#8221;,<br />
Fatimah bergegas mengikuti langkahnya, kakinya seolah-olah telah diikat dengan gunung yang amat besar. Lalu ia duduk diatas dipan.diatas dinding tergantung tulisan ayat Al-quran. Matanya mengarah kepada firman Allah : &#8220;sesungguhnya orang orang yang beriman dan mereka yang memiliki hati yang tenang karma mereka mengingat Allah, bukankah dngan mengingat Allah akan menenangkan hati kalian&#8221;( arr&#8217;ad /28 )<br />
Ia mearik dafas dalm-dalam setelah membaca ayat suci. Sementara lolongan srigala semakin bertambah dengan suara yang menakutkan setelah pemuda itu menyuguhkan segelas air kepada fatimah.<br />
&#8221; kamu hendak kemana…&#8221;?<br />
&#8221; aku ingin pergi kerumah pamanku syeikh jalal, apakah kamu mengenalnya..?&#8221;<br />
&#8221; siapa yang tidak mengenal syekh Jalal..! Allah senantiasa memberkati hidupnya.&#8221;<br />
&#8221; bagaimana aku bisa sampai kesana..?<br />
Ia menggaruk kepalanya kemudian menjawab,&#8221; sekarang aku tidak tahu&#8221; ! bukaknkah kamu sudah mendengar lolongan srigala.? Bertasbihlah kepada Allah karna kau sudah selamat. Biasanya tidak ada seseorangpun yang berani berjalan melewati jalan ini setelah azan magrib. Ibuku telah pergi kerumah pamanku di desa. Hingga sekarang belum kembali. Karma dia telah terlambat.<br />
	Apa yang ditangan fatimah terjatuh, ia merasa sekan-akan sebuah gunung telah menimpa di dadanya. Nafasnya terasa sesak, rasanya dia ingin jatuh pingsan, tetapi ia tetap bertahan, lantas bagaimana keadaanya sekarang saudaraku..?<br />
&#8220;… jangan terlarut dalam kesedihan&#8221; sesungguhnya  Allah akan memberikan kemudahan setelah kesulitan&#8221;.<br />
&#8221; dengan siapa engkau disini..?<br />
&#8221;  aku hanya bersama Allah…!&#8221;<br />
&#8220;apakah tidak ada seseorangpun yang tinggal bersamamu..?<br />
&#8221; aku hanya sendirian, apakah engkau sudah solat &#8216;isya..?<br />
&#8216; magrib juga blum&#8221;… fatimah menimpali<br />
Pasti engkau sudah menempuh perjalanan yang mat panjang.<br />
Dari Baltim………</p>
<p>**********</p>
<p>Setelah fatimah selesai sholat, pemuda itu menyuguhkan makanan yang ia miliki.<br />
&#8220;Mari kita nikmati makanan ini……<br />
&#8221; aku tidak punya apa-apa untuk dimakan, aku juga tidak tahu apa yang mesti aku lakukan. aku tidak keberatan engkau menginap sementara sebagai tamuku. Bukankah engkau telah mendengar lolongan srigala…<br />
&#8221; iya, suaranya bertambah menyeramkan setelah larut malam….<br />
Pemuda itu masuk kamar lalu memanggilnya,&#8221; ini pakian ibuku, pilihlah mana yang kamu suka…..<br />
&#8221; aku akan mengganti pakaian dahulu&#8221;……..<br />
&#8221; ini kamar ibuku, kamu bisa beristirahat di sini.&#8221;<br />
Fatimah keluar dari kamar lalu ia duduk diatas dipan, sambil mencicipi makanan ia bertanya:<br />
&#8221; apa yang menyebabkan engkau tinggal di tempat yang terpencil seperti ini..?<br />
&#8221; tamak&#8221;………<br />
&#8221; ketamakan apa yang ada di tempat ini..?<br />
&#8220;ketamakan paman-pamanku. Setelah meninggalnya ayahku, mereka mengambil segalanya dariku. Rumahku, hartaku, dahulu ayah dan mereka adalah keluarga yang tidak mampu. Ayahku berusaha. Dan Allah memberikan rizki yang lebih. Setelah ayah meninggal, mereka serakah dan mengambill semuanya dariku. Hingga aku dan ibuku tidak mendapatkan tempat melainkan ini. Akan tetapi aku bersyukur kepada Allah yang telah menjanjikan dengan surga atas keridoan hati kita.<br />
&#8221; rumah yang ada disamping itu..?<br />
&#8221; itu rumah seorang pemudah miskin seperti aku. Ia berani datang setelah kami dahulu tinggal di tempat ini&#8221;<br />
&#8221; kemana ia malam ini..?<br />
&#8221; pergi ke kairo, dan alhamdulillah tahun ini aku sudah selesai dari perguruan tiggi.dan selesai menghafal Al-quran.<br />
Ia merasakan sebuah ketenangan jiwa menyelimuti dirinya. Dan pemuda itu mulai memperbaiki posisinya, mungkin untuk menenangkan dirinya. Sementara fatimah mulai menguap karnah seharian telah menempuh perjalanan yang melelahkan.</p>
<p>Bersambung&#8230;..</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/prasetyosiak.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/prasetyosiak.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/prasetyosiak.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/prasetyosiak.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/prasetyosiak.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/prasetyosiak.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/prasetyosiak.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/prasetyosiak.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/prasetyosiak.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/prasetyosiak.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/prasetyosiak.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/prasetyosiak.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/prasetyosiak.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/prasetyosiak.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/prasetyosiak.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/prasetyosiak.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=prasetyosiak.wordpress.com&amp;blog=4371021&amp;post=30&amp;subd=prasetyosiak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://prasetyosiak.wordpress.com/2008/08/18/sang-pemilik-lampu-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">prasetyosiak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://prasetyosiak.files.wordpress.com/2008/08/images.jpg?w=93" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>TIDAK ADA NASK DALAM AL-QUR’AN (bag 3)</title>
		<link>http://prasetyosiak.wordpress.com/2008/08/18/tidak-ada-nask-dalam-al-qur%e2%80%99an-bag-3-2/</link>
		<comments>http://prasetyosiak.wordpress.com/2008/08/18/tidak-ada-nask-dalam-al-qur%e2%80%99an-bag-3-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Aug 2008 06:49:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prasetyosiak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ulumul Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prasetyosiak.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[E. Bentuk-bentuk Naskh dalam al-quran 1. Menghapus hukum dan bacaan Contoh dalam bentuk ini adalah sebagaimana yang disebutkan oleh imam suyuti dalam bukunya al-itqan. Diriwayatkan dari Aisah ra. ( كان فيما أنزل عشر رضعاتيحرمن, فنشخن بخمس معلومات ) atau kemudian dihapus dari sepuluh kali menjadi lima hisapan tersebut secara bacaan saja sedangkan hukumnya tetap seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=prasetyosiak.wordpress.com&amp;blog=4371021&amp;post=26&amp;subd=prasetyosiak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>E.	Bentuk-bentuk Naskh dalam al-quran</strong></p>
<p>1.	Menghapus hukum dan bacaan</p>
<p>Contoh dalam bentuk ini adalah sebagaimana yang disebutkan oleh imam suyuti dalam bukunya al-itqan. Diriwayatkan dari Aisah ra.</p>
<p>( كان فيما أنزل عشر رضعاتيحرمن, فنشخن بخمس معلومات ) atau kemudian dihapus dari sepuluh kali menjadi lima hisapan tersebut secara bacaan saja sedangkan  hukumnya tetap seperti yang disebutkan imam Syafii, atau dihapus kedua-duanya baik secara hukum dan bacaan menurut imam Malik. Dan mereka sepakat bahwa menghapus ayat baik secara hukum dan bacaan adalah boleh.<br />
Kata Unzila konteksnya masih belum jelas. Apakan diturunkan pada masa Rosul atau umat sebelumnya. Hadis ini juga hanya diriwayatkan oleh sayidah aisah ra saja. Sedangkan kita ketahui bahwa al-quran adalah keseluruhannya mutawatir. Bagaimana mungkin jikalau apa yang disampaikan oleh Aisay itu al-quran sedangkan para sahabat lainnya seperti Ibnu Abbas, Ali, dan sahabat lainnya tidak mengetahui?</p>
<p>2.	Menghapus bacaanya  saja.<br />
Contoh dari bentuk yang menghapus bacaan dan hukumnya tetap adalah : diriwayatkan olah Syafii dari Zuhry dari Ibnu Abbas, beliau berkata: pada suatu hari Umar berkhutbah di depan kami dan berkata:  kami pernah membaca ( الشيخ والشيخة اذا زنيا فارجموهما البتة بما قضيا من اللذة)<br />
Syaeikh Utsaimin dalam bukunya syarhu al-usul min ilmil usul mengatakan, yang masyhur di kalangan ulama’ bahwa ayat ini telah di naskh akan tetapi hukumnya masih berlaku. Akan tetapi apabila dikatakan kalimat ini adalah al-quran yang kemudian dihapus ini tidak benar. Kita ketahui bahwa al-quran ayata-ayatnya Baligh dan mengandung mu’jizah. Sedangkan yang disebutkan diatas sangat jauh sekali dari kriteria tersebut. Maka lafadz yang mengatakan bahwa itu ayat al-quran adalah  tidak benar adanya. Sekalipun hadis tersebut sanadnya hasan atau bahkan sohih namun tidak mustahil hadis tersebut saz</p>
<p><span id="more-26"></span></p>
<p>3.	Menghapus hukmnya saja.<br />
Contoh dari bentuk ini sangat banyak sekali disebutkan oleh mereka yang mengatakan adanya naskh dalam alquran misalanya:<br />
‏والذين يتوفون منكم ويذرون أزواجا وصية لأزواجهم متاعا إلى الحول غير إخراج فإن خرجن فلا جناح عليكم في ما فعلن في أنفسهن من معروف والله عزيز حكيم<br />
Ayat ini telah di Naskh dengan ayat :<br />
‏والذين يتوفون منكم ويذرون أزواجا يتربصن بأنفسهن أربعة أشهر وعشرا فإذا بلغن أجلهن فلا جناح عليكم في ما فعلن في أنفسهن بالمعروف والله بما تعملون خبير<br />
Menurut Imam ar-rozi dalam tafsirnya, bahwa ayat tersebut bukanlah naskh tapi berbentuk takhsis. Dalam usul fiqh ada kaedah, apabila terjadi pertentangan antara Naskh dan Takhsis, maka Takhsis lebih di dahulukan dari pada Naskh.<br />
Pada bab selanjutnya, Husam Rusdi Gholy menyebutkan ayat-ayat dalam al-quran yang menurut sebagian Ulama’ telah di Naskh baik secara tulisan atau bacaan maupun kedua-duanya. Kemudian beliau menyanggah pendapat-pendapat mereka dengan dalil-dalil yang beliau kutip dari perkataan dan buku-buku para ulama’ salaf dan kholaf.<br />
Ikhtitam<br />
Pembahasan tentang adanya Naskh wal Mansukh dalam al-quran masih menimbulkan perbedaan pendapat diantara kalangan ulama’ terutama pakar tafsir dan usul fikh. Sebagaimana saya sampaikan diawal ahwa al-quran adalah Mu’jizah al-kholidah yang diberikan Allah kepada Rasulullah. Pembahasan tentang Mu’jizah tersebut tidak akan pernah habis. Karna isi dan kandungannya akan tetap eksis dan sesuai di sepanjang zaman. Kita sebagai orang yang menyakini akan kebenaran dan kesakralan al-quran, harus mapu membela dan paham serta mengerti tentang hal-hal dan problematic di sekitar kita tentang al-quran. Karna tidak mustahil, orang-orang yang hanya akan menghancurkan dan menanamkan benih-benih keraguan bahkan mungkin sampai kepada kebencian, akan terus merongrong dan menggerogoti akidah setiap mereka yang mengimani kebenaran al-quran. Maka dengan segala keterbatasan yang kita miliki penulis mengajak untuk memperbanyak bekal sebanyak-banyaknya. Untuk dapat kita berikan kepada masyarakat kita setelah kembalinya kita di tanah air tercinta Kab. Siak.</p>
<p><em>Wallahu a’lam </em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/prasetyosiak.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/prasetyosiak.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/prasetyosiak.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/prasetyosiak.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/prasetyosiak.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/prasetyosiak.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/prasetyosiak.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/prasetyosiak.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/prasetyosiak.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/prasetyosiak.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/prasetyosiak.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/prasetyosiak.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/prasetyosiak.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/prasetyosiak.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/prasetyosiak.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/prasetyosiak.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=prasetyosiak.wordpress.com&amp;blog=4371021&amp;post=26&amp;subd=prasetyosiak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://prasetyosiak.wordpress.com/2008/08/18/tidak-ada-nask-dalam-al-qur%e2%80%99an-bag-3-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">prasetyosiak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TIDAK ADA NASK DALAM AL-QUR’AN (bag 2)</title>
		<link>http://prasetyosiak.wordpress.com/2008/08/18/tidak-ada-nask-dalam-al-qur%e2%80%99an-bag-3/</link>
		<comments>http://prasetyosiak.wordpress.com/2008/08/18/tidak-ada-nask-dalam-al-qur%e2%80%99an-bag-3/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Aug 2008 06:37:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prasetyosiak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ulumul Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prasetyosiak.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[C. Pengertian Naskh Rusdi gholy dalam mendefinisikan Nasakh mengutip dari perkataan-perkataan ulama’ diantaranya adalah Amady , Syaukany . Kata Naskh secara konotasi harfi bermakna Menghilangkan dan memindah. Secara konotasi syar’I Naskh berarti Mengganti hukum syar’i yang ada sebelumnya de¬ngan hukum syar’i baru (Raf’u al hukmi syar’i bi dalîlin syar’iin. Beliau menjelaskan lagi sebagaimana yang dikatakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=prasetyosiak.wordpress.com&amp;blog=4371021&amp;post=22&amp;subd=prasetyosiak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>C.</strong> <strong>Pengertian Naskh</strong></p>
<p>Rusdi gholy dalam mendefinisikan Nasakh mengutip dari perkataan-perkataan ulama’ diantaranya adalah Amady , Syaukany . Kata Naskh secara konotasi harfi bermakna Menghilangkan dan memindah. Secara konotasi syar’I Naskh berarti Mengganti hukum syar’i yang ada sebelumnya de¬ngan hukum syar’i baru (Raf’u al hukmi syar’i bi dalîlin syar’iin.  Beliau menjelaskan lagi sebagaimana yang dikatakan oleh abu ja’far an-nuhas  Naskh adalah menjadikan suatu hal yang halal pada masa tertentu, kemudian di ganti atu di hapus hukum tersebut menjadi haram. Atau dari haram menjadi halal, dari makruh menjadi mubah atau sebaliknya. Hukum yang di hapus tersebut di sebut juga dengan Mansukh, edangkan yang menghpus tersebut di sebut Nasikh. Nasikh dan mansuk hanya terdapat pada khitob syar’I yang berupa perintah ataupun larangan di dalam suatu hukum. Sedangkan dalam khobar tidak ada naskh dan Mansukh kecuali apabila khobar tersebut bermakna perintah ataupun larangan seperti halnya yang terdapat dalam<br />
‏الزاني لا ينكح إلا زانية أو مشركة والزانية لا ينكحها إلا زان أو مشرك وحرم ذلك على المؤمنين</p>
<p><strong>D. </strong><strong>Dalil Naskh</strong></p>
<p>Ada bebera dalil yang dikemukakan oleh kebanyakan para ulama’ yang mengatakan adanya naskh. Rusdi gholi mengungkapkan dalil-dalil tersebut dan mencoba untuk membantah dalil mereka dengan beberapa dalil yang beliau kemukakan. Diantara dalil-dalil tersebut adalaha:</p>
<p>1.	Adanya Naskh secara akal atau logika. Diantara yang menggunakan pendapat ini adalah abu muslim al-asfahany. Menurut mereka, bahwa Naskh itu tidak dilarang secara akal. Sebab kemaslahatan para umat berbeda dengan bergantinya para indifidunya, zamannya serta keadaannya. Jika kita telah mengetahuii hal itu, maka bukan yang mustahil bagi Allah untuk memeribtahkan sebuah perkara yang dapat membawa kemaslahatan hambanya pada masa tertentu, kemudian melarang perkara tersebut pada masa lainnya. Ini adalah bagi mereka yang mengambil hikmah atas apa yang telah Allah lakukan. Sebagian yang lain yaitu mereka yang meyakini bahwa Allah maha berkuasa atas apa yang Ia lakukan, kapan saja dan dimana saja. Dan semua yang Allah lakukan adalah atas kehendak-Nya. Kita tak bisa meraba-raba  apa hikmah dan tujuan Allah memerintahkan segala sesuatunya. Dari dua bukti tersebut menunjukkan bahwa secara akal bisa saja Allah memerintahkan sesuatu di suatu waktu, kemudian melarangnya di waktu yang lain.</p>
<p><span id="more-22"></span></p>
<p>2.	Adanya Nash di dalam al-quran yang menyatakan tentang Naskh.<br />
‏ما ننسخ من آية أو ننسها نأت بخير منها أو مثلها ألم تعلم أن الله على كل شيء قدير<br />
‏وإذا بدلنا آية مكان آية والله أعلم بما ينزل قالوا إنما أنت مفتر بل أكثرهم لا يعلمون<br />
Dari kedua ayat diatas menunjukkan adanya Naskh dalam al-quran.</p>
<p>Sanggahan</p>
<p>1.	Segala sesuatau yang boleh menurut logika belum tentu boleh menurut syari’at. Seperti solat atau puasa misalnya. Secara akal, solat bisa saja dilakukan dari empat rakaat menjadi enam rakaat atau tiga rakaat. Yang tiga rakaat menjadi dua rakaat dan sterusnya. Puasa ramadhan secara akal bisa saja di lakukan dengan mencicil atau melakukannya di bulan-bulan lainnya. Dengan demikian, tidaklah mesti segala hal yang boleh menurut akal dan boleh secara syar’i.<br />
2.	Dalil dari Nash yang pertama didalam surah al-baqarah bukan bermaksud adanya Naskh dalam al-quran. Sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu aroby dalam tafsirnya, bahwa kata Naskh dalam ayat tersebut bermakna mu’jizat. Pendapat ini diamini oleh Muhammad abduh yang mengatakan, bahwa ayat tersebut adalah menjawab permintaan kaum kafir qurasy kepada Rosul s.a.w untuk mendatangkan ayat bukti-baik kauniah maupun madiyah-untuk membuktikan kebenaran Rosulullah saw. Dengan demikian bahwa ayat ini bukanlah dalil adanya penghapusan suatu hukum dari yang halal menjadi haram dan seterusnya.<br />
3.	Dalil kedua di dalam surat an-Nahl juga bukan menunjukkan adanya penghapusan sebuah hukum di dalam suatu ayat dengan hukum baru di ayat yang lainnya. Akan tetapi menjawab pertanyaan orang kafir quraisy tentang ayat yang tidak mencela tuhan-tuhan mereka. Mereka mengatakan, “ apakah engkau tidak bisa mendatangkan ayat yang ditak mencela tuhan kami, atau gantilah ayat yang kamu datangkan itu.” Kemudian Allah menjawab mereka :  “Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat kami yang nyata, orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan kami berkata: &#8220;Datangkanlah Al Quran yang lain dari ini atau gantilah dia&#8221;. Katakanlah: &#8220;Tidaklah patut bagiku menggantinya dari pihak diriku sendiri. Aku tidak mengikut kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Sesungguhnya Aku takut jika mendurhakai Tuhanku kepada siksa hari yang besar (kiamat)&#8221;.  Kemudian Allah menurunkan ayat tersebut:<br />
‏وإذا بدلنا آية مكان آية والله أعلم بما ينزل قالوا إنما أنت مفتر بل أكثرهم لا يعلمون<br />
Muhammad al-jabiry mengartikan ayat ini ”Ketahuilllah wahai Muhammad, bahwa jikalau Kami menurunkan al-quran terbebas dari mencela kebodohan dan kesesatan serta tuhan-tuhan mereka, dan Kami menjadikan al-quran dengan bahasa yang lembut terhadap kesesatan dan kebodohan mereka, maka sudah barang tentu mereka akan semakin menghujatmu dan tidak akan percaya kepadamu. Mereka akan menganggap bahwa al-quran adalah tiruan dari kitab-kitab sebelumnya… (والله أعلم بما ينزل dan Allah maha mengetahui tentang ungkapan yang sesuai untuk mereka. Yaitu dengan mencela dan memberikan ganjaran yang hina atas kebodohan dan kesesatan mereka.</p>
<p>Bersambung ke&#8230; Bag 3</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/prasetyosiak.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/prasetyosiak.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/prasetyosiak.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/prasetyosiak.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/prasetyosiak.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/prasetyosiak.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/prasetyosiak.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/prasetyosiak.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/prasetyosiak.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/prasetyosiak.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/prasetyosiak.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/prasetyosiak.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/prasetyosiak.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/prasetyosiak.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/prasetyosiak.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/prasetyosiak.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=prasetyosiak.wordpress.com&amp;blog=4371021&amp;post=22&amp;subd=prasetyosiak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://prasetyosiak.wordpress.com/2008/08/18/tidak-ada-nask-dalam-al-qur%e2%80%99an-bag-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">prasetyosiak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Adakah Naskh dalam al-qur&#8217;an? (bag 1)</title>
		<link>http://prasetyosiak.wordpress.com/2008/07/30/adakah-naskh-dalam-al-quran-bag-1/</link>
		<comments>http://prasetyosiak.wordpress.com/2008/07/30/adakah-naskh-dalam-al-quran-bag-1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jul 2008 20:12:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prasetyosiak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prasetyosiak.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Muqadimah Al-quran adalah Objek yang tak akan berakhir untuk di kaji dan dipahami pada suatu periode atau zaman tertentu. Hampir di setiap suatu zaman, menelorkan pemikiran dan pemahaman tersendiri yang terkadang berbeda dengan apa yang telah di hasilkan dan di pahamai oleh orang-orang terdahulu. Itulah al-quran yang merupakan mu’jizah utama yang di berikan oleh Allah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=prasetyosiak.wordpress.com&amp;blog=4371021&amp;post=12&amp;subd=prasetyosiak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://prasetyosiak.files.wordpress.com/2008/07/koran.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-13" style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://prasetyosiak.files.wordpress.com/2008/07/koran.jpg?w=300&#038;h=217" border="0" alt="" width="300" height="217" /></a> <strong>Muqadimah</strong><br />
Al-quran adalah Objek yang tak akan berakhir untuk di kaji dan  dipahami pada suatu periode atau zaman tertentu. Hampir di setiap suatu zaman, menelorkan pemikiran dan pemahaman tersendiri yang terkadang berbeda dengan apa yang telah di hasilkan dan di pahamai oleh orang-orang terdahulu. Itulah al-quran yang merupakan mu’jizah utama yang di berikan oleh Allah kepada Rosul-Nya Muhammad saw. Mu’jizah yang akan tetap eksis hingga ahir zaman. Mu’jizah yang tidak ada suatu mahlukpun baik manusia maupun jin yang akan mampu menandinginya. Katakanlah: &#8220;Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan Dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain&#8221;.<br />
Dia mampu menggetarkan hati-hati yang memiliki dan mau menerima kebenaran apabila dibacakan ayat-ayatnya. Ia juga mampu meluluhkan hati  yang begitu keras dan kasar bak batu karang yang tak bergeming walupun di hantam dan di terkam oleh gelombang. Ia juga mampu meneteskan air mata seseorang yang ganas dan bringas melebihi ganasnya singa padang pasir seperti sosok Umar ketika mendengarkan adik kandungnya membacanya. Ia juga mampu menundukkan kaum kafir qurais dan bersujud tunduk atas kebesaran-Nya tanpa mereka sadari ketika mendengar surah an-najm di bacakan. Lalu apakah sama kiranya ia dengan lantunan syair yang dilantunkan oleh  Imroil qois, an-Nabigoh dan ribuan Syuaro’ lainnya diseantero Arab? Sama sekali tidak sama dan tidak akan pernah sama. Sebab setiap huruf di dalam al-quran adalah mu’jizah. Mu’jizah berupa kalam sang penguasa jagad raya.</p>
<p><span id="more-12"></span></p>
<p>Al-quran yang sudah berumur ratusan tahun itu masih seperti ketika Rosulullah menerimanya dan menyampaikannya kepada para sahabat dan umatnya. Kesemua dari al-quran, baik dari ayatnya, penyusunan suratnya dan nama-nama suratnya adalah mutlak wahyu dari Allah. Dan ia akan tetap seperti apa yang telah diterima oleh Rosulullah hingga hari akhir nanti.<br />
B.	Pokok bahasan<br />
Membahas isi kandungan al-quran tidak akan pernah habis. Dan semakin banyak orang yang mengkajinya. Bukan hanya dari kaum sarjana muslim saja namun juga non muslim, para pakar maupun pemula. Baik yang berkhidmad untuk al-quran maupun yang ingin mencoba menghujat dan memberikan keraguan didalamnya.<br />
Belakangan sejumlah ahli tafsir memberikan banyak informasi mengenai turunnya ayat ayat yang berkenaan dengan kejadian (asbâbun Nuzul) baik yang berkenaan dengan perdebatan akidah di Mekkah ataupun penyesuaian Nabi terhadap problema politik dan sosial di Madinah. Petunjuk mengenai permasalah Ubudiyah, moral, legal dan politik juga menjadi bagian dari pembahasan dalam turunnya al Qur’an.<br />
Di pandang sebagai kitab petunjuk dan dokumen sejarah tentunya al Qur’an menjadi lebih terbuka dari berbagai komentar, penafsiran dan kritisisme terhadap al Qur’an. Hal ini bukanlah dianggap sebagai sebuah kelemahan, akan tapi lebih menampilkan bahwa al Qur’an itu dinamis dan lentur terhadap perubahan waktu dapat dibuktikan (salihun li kulli makanin wa zamanin), serta membuktikan akan kebenaran al-quran itu sendiri.<br />
Pertanyaannya sekarang, apakah Nasikh dan Mansukh juga merupakan sebuah konsep al Qur’an dalam menjawab perubahan zaman waktu itu, sebagaimana i’jâzul Qur’an yang belakangan ini menjadi mainstrem kemu’jizatan al Quran dihadapan para ilmuan. Pertanyaan ini akan terjawab jika kita mau mengerti dan paham terhadap per¬soalan yang dihadapi, serta tidak semerta-merta menyalahkan bahkan mengkafirkan. Karena bagaimanapun al Qur’an ibarat lautan luas dengan berjuta juta mutiara yang belum tersingkap.  Sehingga al Qur’an sendiripun membuka lebar lebar berbagai pe¬nafsiran ayat yang dikandungnya. Oleh karenanya batas tanggung jawab manusia bersifat problematis. Prospek pencapaian pahala yang abadi tidak dapat dipastikan menurut akal. Allah Maha Adil akan setiap perbuatan hamba Nya.<br />
Hisam rusdi gholi adalah salah satu dari mereka yang ingin mengkaji dan mencari titik kebenaran dari al-quran. Melalui bukunya yang berjudul la naskho fi al-quran. Beliau memberikan dalil-dalil serta menyanggah atas pendapat dan dalil yang mengatakan adanya Nasikh dan mansuk di dalam al-quran. Buku ini pada awalnya  timbul atas keresahan dan keingin tahuan beliau akan hakekat yang sebenarnya tentang Nasikh dan Mansukh dalam al-quran. Apakah istilah Nasikh ketika pada masa sahabat sama dengan istilah Nasikh menurut para ulama’ sekarang atau Makna Nasih pada masa sahabat bermakna juga takhsis atau takyid dalam istilah Ulumul quran dan Usulul fiqh pada masa sekarang. Beliau terus mengkaji dan menelaah permasalahan ini kemudian ia berpendapat bahwa, dalil tentang penghapusan ( Nasikh) ayat al-quran tidak kot’I dan Rojih. apakah mungkin Allah menurunkan al-quran yaitu berupa Firmannya kemudian setelah itu Allah menghapuskannya? Atau apakah mungkin Allah menurunkan al-quran yang di dalamnya terkandung sebuah hukum yang mesti di jalani oleh hambanya kemudian hukum tersebut dihapus dan yang tinggal hanya bacaannya saja sementara hukumnya tidak berlaku lagi.<br />
Pada awalnya pengarang ragu untuk mengungkapkan dan mengkaji hal ini, karna kebanyakan para ulama’ atau jumhur mngatakan adanya Nasih dan Mansukh dalam al-quran. Dan banyak karya-karya para ulama’ yang menjelaskan tentang itu. Seperti Ibnu Hazam (320 H) , Imam Abi ja’far ahmad bin Ismail an-nuhas (338 H) dan puluhan pengarang lainnya yang membahas tentang Nasikh dan mansukh ini. Namun beliau teringat perkataan Ibnu Mas’ud yang mengatakan” Jamaah itu adalah yang sesuai dengan kebenaran sekalipun ia hanya sendirian”. Dengan landasan ini, beliau tidak bermaksud untuk keluar dari pendapat jumhur, namun mencoba mencari keabsahannya dan titik terang.<br />
Hisam Rusdi gholi membagi pembahasan ini menjadi dua bahagain besar. Yang pertama, beliau menerangkan tentang definisi Nasikh itu sendiri baik secara konotasi Harfi atau lughowi, maupun secara konotasi Syar’I atau Istilahi kemudian pembagian Nasikh, perbedaab Nasikh dan Takhsis, perbedaan Nasikh dengan Takyid, menyebutkan dalil-dalil para ulama’ yang berpendapat bahwa adanya Nasikh dalam al-quran dan mengkounter pendapat mereka dengan dalil-dalil dan pendapat belaiu. Kemudian pada bagian kedua, beliau menyebutkan tentang ayat-ayat dalam al-quran yang menurut mereka yang telah di Nasikh maupun yang memansukh baik secara bacaan maupun hukumya atau bahkan kedua-duanya.</p>
<p>Bersambung&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/prasetyosiak.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/prasetyosiak.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/prasetyosiak.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/prasetyosiak.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/prasetyosiak.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/prasetyosiak.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/prasetyosiak.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/prasetyosiak.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/prasetyosiak.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/prasetyosiak.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/prasetyosiak.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/prasetyosiak.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/prasetyosiak.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/prasetyosiak.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/prasetyosiak.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/prasetyosiak.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=prasetyosiak.wordpress.com&amp;blog=4371021&amp;post=12&amp;subd=prasetyosiak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://prasetyosiak.wordpress.com/2008/07/30/adakah-naskh-dalam-al-quran-bag-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">prasetyosiak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://prasetyosiak.files.wordpress.com/2008/07/koran.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
